Unduh Aplikasi

Menanti Nova Bicara KIA

Menanti Nova Bicara KIA
ilustrasi: pinterest

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah harus bicara. Nova perlu menjelaskan kepada publik secara gamblang alasan PT Pembangunan Aceh tidak melaksanakan komitmen mereka di Kawasan Industri Aceh, Ladong, Aceh Besar.

Hal ini menyebabkan PT Trans Continent, perusahaan pertama yang berinvestasi di kawasan industri itu, mundur. Manajemen perusahaan menarik semua peralatan kerja yang sejak sembilan bulan lalu ditempatkan di Ladong.

Perusahaan ini menantikan kepastian hukum untuk bekerja di kawasan itu. Di saat yang sama, PT Pembangunan Aceh tak juga mengerjakan tanggung jawab mereka, seperti memasok air bersih dan menjamin ketersediaan listrik serta akses jalan di kawasan industri tersebut.

Menarik kembali alat-alat kerja dari KIA Ladong jelas membutuhkan biaya besar, sama seperti saat mengerahkan peralatan ke Ladong. Namun ini adalah pil pahit yang harus ditelan manajemen Trans ketimbang terus merugi.

Trans, selaku investor di kawasan itu, bertugas membangun fasilitas pendukung untuk menjadikan sebuah pusat logistik berikat. Trans memasukkan alat berat ke KIA Ladong seperti eskavator, krane, forklift, genset, dan kontainer.

Trans juga memindahan sejumlah personel operator dari Regional Hub Trans Continent di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Bahkan Trans mengimpor langsung Reach Stacker seharga Rp 6 miliar. Ini jelas bukan investasi kosong.

Semua pengeluaran ini juga masih ditambah dengan tetap membayar cicilan plus overhead untuk operasional. Setiap bulan, perusahaan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 600 juta.

Sedangkan PEMA, akronim PT Pembangunan Aceh, adalah perusahaan perusahaan induk yang didirikan oleh Pemerintah Aceh. Sama seperti di semua perusahaan daerah, Pembangunan Aceh (PEMA) adalah suatu perseroan daerah yang didirikan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Salah satunya adalah dengan menggarap kawasan industri.

Nova, di awal peresmian kawasan ini, meyakini KIA Ladong akan berdampak besar bagi pengurangan angka pengangguran di Aceh. Tapi hal ini sepertinya tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Terutama setelah Trans hengkang.

Sebagai seorang kepala daerah, yang bertanggung jawab atas keberhasilan PEMA menjalankan fungsinya, Nova harusnya menjelaskan secara gamblang sengkarut yang membelenggu di kawasan ini sehingga investasi yang ada hengkang di saat Aceh membutuhkan investasi nyata.

Aceh tak butuh janji-janji manis. Hengkangnya Trans dari Ladong adalah preseden buruk. Hal ini akan menjadi kampanye buruk di tengah upaya Pemerintah Aceh menggalang investasi. Karena jelas, investasi membutuhkan kepastian hukum. Itu yang sepertinya sulit dipenuhi oleh Pemerintah Aceh dan perusahaan plat merahnya.

Komentar

Loading...