Unduh Aplikasi

Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Aceh Barat, Relawan Bentuk Sekber Kecamatan

Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Aceh Barat, Relawan Bentuk Sekber Kecamatan
Deklarasi relawan jokowi di Kecamatan Woyla Timur

ACEH BARAT - Untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin di Aceh Barat, Sekretariat bersama (Sekber) Jokowi-Ma’ruf Aceh Barat terus melakukan berbagai upaya dalam meyakinkan pemilih di Kabupaten setempat.

Upaya para relawan Sekber Jokowi- Ma'aruf Amin di Aceh yang dilakukan di daerah yang sebelumnya merupakan salah satu lumbung suara Prabowo di Aceh pada tahun 2014 lalu saat berpasangan dengan Hatta Rajasa tersebut salah satunya dengan cara kampanye door to door (dari rumah ke rumah).

Ketua Sekber Jokowi-Ma'aruf Amin Aceh Barat, Muhammadi, mengatakan pada Pilpres kali ini dirinya yakin tim pemenangan pasangan nomor urut 01 ini mampu meraih suara 60 persen di Aceh. Keyakinan ini diungkapnya dengan terus adanya deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma'aruf Amin.

"Saat ini dukungan terus bertambah. Bahkan telah dilakukan deklarasi hingga tingkat kecamatan. Bahkan mereka telah membentuk sekber di kecamatan, saat ini sudah ada beberapa kecamatan yang sudah menerima SK seperti di Kecamatan Arongan Lambalek tadi malam relawan sudah terbentuk Sekber dan kita berikan SK, ini kita lakukan terus di setiap kecamatan," kata Muhammadi, kepada AJNN, Minggu,(24/3).

Para relawan ini, kata dia, nantinya akan mengajak masyarakat mengenal Jokowi lebih dalam, salah satunya menepis isu hoax yang selama ini terus digaungkan.

Isu hoax yang selama ini sering beredar di kalangan masyarakat Aceh Barat, sebutnya seperti larangan azan, Jokowi anti islam, anak PKI, antek asing dan yang sebenarnya semua itu tidak benar.

Isu hoax yang selama ini terus dimainkan, kata dia, bahkan telah membuat suara Prabowo terus melambung di Aceh Barat. Bahkan sebutnya hingga Januari 2019 lalu sebelum dibentuknya Sekber Jokowi-Ma'aruf Amin suara Prabowo capai 70 persen.

Padahal apa yang dutuduhkan tersebut, kata dia, tidak benar. Ia mencontohkan jika adanya larangan azan, maka istana negara yang pertama sekali tidak mengumandakna azan, Tetapi kenyataannya malah suara azan di istana terus menggema.

Berbicara anti islam, kata dia, Jokowi selama ini lebih taat dalam beribadah, begitu juga dengan istilah Jokowi PKI hingga saat ini tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan selain hanya menggiring opini publik.

"Sebelum kita bentuk sekber tepatnya Januari kemarin suara Prabowo di Aceh Barat capai 70 persen. Kita tahu itu saat rapat persiapan Sekber di Aceh. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah 50-50, setelah isu hoax itu terus kita klarifkasi," ungkapnya.

Strategi lain yang terus dilakukan oleh para relawan Sekber Jokowi-Ma'aruf amin dalam waktu 23 hari ini, ucapnya, yaitu melakukan pendekatan dengan para ulama dan santri dengan berbicara dari hati le hati guna meyakinkan mereka.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...