Unduh Aplikasi

Menag: Pembangunan Rumah Ibadah Harus Sesuai Aturan

Menag: Pembangunan Rumah Ibadah Harus Sesuai Aturan
Menag
ACEH SINGKIL - Menteri Agama, H.Lukman Hakim Saifuddin meminta agar kedepan setiap pendirian Rumah Ibadah harus disesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan persoalan.

“Intinya kedepan pendirian rumah ibadah harus tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku,” kata Menag Lukman Hakim kepada wartawan usia menggelar pertemuan dengan Gubernur dan jkajaran Forkopimda serta Tokoh lintas Agama di oproom Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (26/10).

Sebaliknya, bagi masyarakat yang punya kehendak atau keinginan menolak kehadiran sebuah rumah ibadah, juga harus melakukan penolakannya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, sehingga tatanan kehidupan sosial yang sudah terbentuk tidak terganggu.

“Semua harus taat hukum, tidak boleh main hakim sendiri, sehingga tidak mengganggu tatanan sosial yang sudah terbentuk di tengah-tengah masyarakat,” jelas Lukman Hakim.

Yang terpenting, kata Menag, dari setiap peristiwa yang terjadi harus diambil sebuah kesimpulan agar kedepan tidak timbul persoalan yang sama, apa lagi sebagai Negara yang majemuk harusnya satu sama lain saling menghargai, sebab ditengah keberagaman yang ada, pada hakikatnya adalah satu, hal itu sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika.

“Kebergaman yang ada harus dijadikan sebagai pemersatu, bukan malah menjadi konflik, terlebih konflik itu sampai diwariskan kepada generasi berikutnya, itu akan membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Indonesia,” himbau Menag.

Terkait penyelesaian Persoalan Rumah Ibadah yang terjadi, Menag menyarakan agar penyelesaiannya merujuk pada kesepakatan-kesepakatan yang sudah tercapai, perihal beberapa rumah ibadah/undung-unndung yang perlu dilengkapi perizinannya kedepan harus dicermati proses perizinannya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Menag ke Aceh Singkil, dijadwalkan akan ada dialog bersama Pemerintah Daerah dan perwakilan Tokoh lintas Agama dalam pertemuan yang digelar itu, namun sayangnya, dialog yang direncanakan itu tidak terlaksana, dalam Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu, Menag hanya memberikan arahan terkait pentingnya kerukunan umat beragama di Negara yang mejemuk ini, alasannya, karena Menag harus segera kembali ke Jakarta.

|EDI

Komentar

Loading...