Unduh Aplikasi

Menadah Bahan Tambang Ilegal

Menadah Bahan Tambang Ilegal
Ilustrasi: Juna Biagioni.

KEPOLISIAN jangan hanya mengamankan alat berat di lokasi galian c ilegal yang dikelola oleh seorang guru. Kepolisian juga harus menindak dan menjerat pemilik alat berat tersebut yang disebut-sebut sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue.

Aktivitas galian c ilegal tersebut jelas merugikan negara dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Apalagi, bahan galian yang diambil lantas digunakan untuk kegiatan yang dibiayai negara.

Penambangan bahan tambang golongan c memang masih jadi incaran banyak pihak. Apalagi selama ini, sisi penegakan hukum terhadap praktik penambangan non material secara ilegal ini lemah. Orang-orang yang berkuasa, dan memiliki modal, tak segan menggelontorkan uang untuk terjun ke bisnis ini.

Kebutuhan masyarakat terhadap bahan tambang tersebut, baik yang kecil ataupun yang besar, juga tak pernah berkurang. Kondisi ini menjadikan bisnis galian c sebagai cara mudah untuk mendapatkan keuntungan besar.

Penggalian tambang non material tanpa izin ini akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Dan Simeulue memiliki sejarah panjang dengan para perusak lingkungan ini. Februari lalu, misalnya, Wahana Lingkungan Hidup Aceh menemukan keberadaan perusahaan galian c yang menambang di kawasan pariwisata.

Polisi juga harus mengembangkan pemeriksaan ke hilir. Yakni dengan menelusuri pengguna bahan galian c ilegal tersebut. Apapun ceritanya, proyek pembangunan tidak diperkenankan menggunakan material yang berasal dari penambangan tidak berizin.

Dengan kata lain, kontraktor yang menggunakan bahan baku ilegal itu bisa dipidana. Tindakan itu sama dengan menampung barang curian alias menadah. Mudah-mudahan, langkah kepolisian ini tidak sekadar garang di awal. Karena alam Aceh perlu dilindungi dari tangan para pencuri.

Komentar

Loading...