Unduh Aplikasi

Menabur Bunga, Mendoakan Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air

JAKARTA - Keluarga korban Lion Air PK-LPQ melakukan prosesi tabur bunga di lokasi jatuhnya Pesawat Loin Air di Utara Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11). Menggunakan dua kapal perang TNI AL, KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh, keluarga korban diantar menuju titik penemuan puing-puing pesawat Lion Air dengan register PK-LQP di dasar laut.

Mereka melakukan doa bersama, para keluarga korban pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang pun melakukan tabur bunga ke lautan. Kesedihan begitu terasa di pelupuk-pelupuk mata mayoritas keluarga korban yang ikut melaut ke titik lautan ditemukannya puing-puing dan korban Lion Air JT-610.

Meski merasakan kesedihan mendalam, para keluarga korban yang ikut berlayar KRI Banjarmasin maupun Banda Aceh mengaku sudah merelakan kepergian anggota keluarga mereka akibat kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Namun beberapa keluarga masih berharap keajaiban, anggota keluarga mereka masih selamat. Menyaksikan kelopak-kelopak bunga yang ditaburkan terapung di lautan, sebagian keluarga korban pesawat Lion Air tak kuasa menahan air mata kesedihan

Prosesi tabur bunga itu dilakukan sehari sebelum proses pencarian tim SAR Gabungan ditutup. Sebelumnya, Kabasarnas M Syaugi menyatakan proses pencarian mendapatkan perpanjangan tiga hari dimulai Senin (5/11).

Hingga Selasa, Tim SAR Gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban Lion Air JT-610. Tim juga masih mencari bagian dari kotak hitam yang merekam data pembicaraan kokpit (CVR) pesawat Boeing 737 MAX 8.

Manifes penerbangan menyatakan di pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat membawa 181 penumpang (1 bayi, dua anak) dan delapan awak. Diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, proses pengantaran keluarga korban Lion Air untuk berdoa bersama dan tabur bunga dilakukan mulai 07.30 dan berakhir pukul 12.30 WIB.

Foto: CNN Indonesia

iPustakaAceh

Komentar

Loading...