Unduh Aplikasi

Memutus Kebijakan Abu-Abu

Memutus Kebijakan Abu-Abu
Ilustrasi: IE

RUMAH Sakit Kesrem Lhokseumawe menyediakan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (Lab PCR) Coronavirus Disease (Covid-19). Laboratorium ini akan beroperasi Oktober mendatang. 

Satu rumah sakit lain yang akan menyediakan pelayanan yang sama adalah Rumah Sakit Kesdam IM Banda Aceh. Laboratorium ini adalah sumbangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Di Aceh Tengah, Bupati Shabela Abubakar juga akan menyediakan laboratorium yang sama. Pemerintah Aceh juga mendatangkan dua laboratorium kontainer untuk ditempatkan di Rumah Sakit Zainoel Abidin dan Dinas Kesehatan Aceh. 

Keberadaan laboratorium ini hendaknya mendorong penekanan jumlah penderita covid-19 di Aceh. Semakin cepat mendeteksi status penularan virus ini di diri seseorang, maka akan semakin cepat pula upaya untuk memutus penyebaran virus yang bikin panik seantero dunia ini. 

Namun semua fasilitas yang ada ini hendaknya dimaksimalkan dengan dorongan dari pemerintah, baik di daerah maupun di provinsi, untuk memasifkan pemeriksaan. Terutama di daerah-daerah merah. 

Keberadaan laboratorium ini juga hendaknya diimbangi dengan fasilitas kesehatan, seperti ruang isolasi dan tenaga medis serta relawan kesehatan yang membantu melacak penularan covid-19 dan melakukan tindakan medis atau isolasi bagi yang dianggap tertular. 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, jauh-jauh hari, mengingatkan bahwa jumlah warga Aceh yang tertular corona jauh lebih banyak dari yang diketahui. Namun status mereka urung terkonfirmasi karena keterbatasan alat swab PCR. 

Bahkan beberapa waktu lalu, sempat ada sampel yang harus menunggu lebih dari 20 hari--sementara masa inkubasi virus ini 14 hari--tanpa kejelasan. Besar kemungkinan, orang-orang yang berinteraksi dengan pemilik sampel juga tertular. Namun memang tak terbukti, dan syukurnya, kekebalan tubuh menolong sehingga tak banyak jatuh korban. 

Karena itu, perlu dorongan dari Pemerintah Aceh untuk melaksanakan tes swab PCR secara massal dan menangani mereka yang tertular dengan cara yang tepat. Bahkan seharusnya Aceh mengadopsi langkah Pemerintah DKI Jakarta yang mengharuskan orang tanpa gejala menjalani isolasi mandiri di tempat yang ditentukan. Dan memang, kita butuh langkah-langkah yang lebih jelas dan tegas; bukan kebijakan yang abu-abu.

Komentar

Loading...