Unduh Aplikasi

INTERMESO

Memprotes Mulut

Memprotes Mulut
Ilustrasi: miguelanxo prado

MULUT itu dibentuk indah dan diletakkan di bagian muka. Itu adalah pertanda bahwa mulut mewakili hal-hal yang baik dan berbicara di muka. Setidaknya, jangan bergunjing di belakang. Karena yang di letakkan di bagian belakang itu bukan mulut. Letaknya pun proporsional. Bayangkan jika posisinya meleset ke kiri atau atau agak naik di atas hidung. 

Tapi apa jadinya kalau tiba-tiba seluruh anggota tubuh protes kepada Tuhan. Mereka menggugat peran mulut. Karena selama ini, mulutlah yang membuat kacau. Namun yang kena buntutnya tak hanya mulut.

Mulut yang memaki, yang disalahkan adalah otak. Mulut yang memberikan keterangan palsu, hati yang disalahkan. Mulut yang meludah sana-sini, eh kaki yang menginjak ludahnya.

“Kami minta supaya peran mulut dicabut. Mulut terlalu banyak membuat masalah, ya Tuhan,” kata tangan berkeluh kesah.

Tapi Tuhan tak terlalu merisaukan keluhan tangan dan anggota tubuh lain. Kepada anggota tubuh yang protes, Tuhan memberikan pelajaran. Dia mencontohkan parodi di sebuah negeri abal-abal di belahan antah berantah. Alhasil, seluruh kekayaan alam dan sumber daya manusia di negeri itu berubah menjadi kutukan. 

Di negeri itu, peran mulut menjadi lebih rumit. Saat mengeluarkan suara, anggota tubuh lain membantah. Padahal sudah sangat jelas itu adalah tugas si mulut. Namun karena merasa peran mulut tidak maksimal, tangan merasa perlu berperan sebagai mulut dan memberikan penjelasan.

“Akhirnya, di negara itu terjadi kebingungan massal. Beruntung saja, masyarakatnya sudah kebal terhadap kesimpansiuran informasi. Mereka sudah biasa jadi sapi perahan para abdi negara itu. Jadi, saat dihadapkan dengan polemik dan ketidakakuratan informasi, mereka biasa-biasa saja,” kata Tuhan.

Tuhan pun mengingatkan bahwa yang mempengaruhi otak dan hati tidak hanya mulut. Mata dan telinga, saat ini, juga menjadi faktor yang menentukan sikap.

Ada mata dan telinga yang selalu disodori informasi yang tak benar. Jadi, saat masuk ke dalam tubuh, informasi itu berubah menjadi racun yang merusak hati.

“Jadi, saat kalian dihadapkan dengan kesimpangsiuran informasi, itu tandanya hati dan otaknya rusak. Sehingga mulut dan anggota tubuh lain tak sejalan. Semua urusan itu tergantung dua hal tadi. Karenanya, Aku meletakkan dua bagian itu di bagian dalam. Di bagian tak terlihat. Di bagian tersembunyi,” kata Tuhan. "Tapi aku yakin kalian sudah tahu siapa yang paling bertanggung jawab atas segala sengkarut di negara itu."

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...