Unduh Aplikasi

Memonumenkan Stigma Hitam

Memonumenkan Stigma Hitam
ACEH seperti tak pernah lepas dari stigma buruk. Saat seseorang menyebut Aceh, entah sebagai asal atau tempat kunjungan, kepada orang dari daerah lain, maka pertanyaan berikut adalah pertanyaan-pertanyaan stigma. “Ada bawa ganja?” atau “Apa Aceh sudah aman?”

Stigma sebagai produsen ganja dan daerah konflik seperti akan semakin sulit dihilangkan saat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti datang ke salah satu ladang ganja di kawasan Lamteuba, Aceh Besar. Di sini, Badrodin menyatakan banyak hal tentang ganja dan peredaran narkoba. Seolah-olah Aceh adalah Kolombianya Indonesia.

Fakta bahwa di Aceh ganja tumbuh subur tak bisa ditampik. Kekayaan mineral dalam tanah Aceh seperti menjadi pupuk yang menyuburkan pertumbuhan ganja. Bahkan di atas-atas gunung, banyak ganja-ganja tak bertuan, karena memang tumbuhan ini adalah tumbuhan endemik di Aceh.

Dulu--di Sumatera Utara juga--di halaman warga Aceh, ganja menjadi tanaman pokok. Seperti daun pandan dan daun serai. Tanaman ini menjadi bagian penting di sebagian besar kuliner Aceh. Bukan rahasia jika kuah beulangong, yang banyak disajikan di rumah-rumah makan, menggunakan biji ganja sebagai bagian dari bumbu. Biji ganja menjadi penambah selera dan melembutkan daging, sehingga makanan menjadi lebih gurih dan nikmat.

Para penikmatnya pun berjibun dan tak mengenal batasan. Perwira polisi hingga guru dayah. Anak muda hingga tetua gampong. Namun yang dicari dari setiap sendok kuah bukan keinginan untuk teler. Yang dicari adalah rasa; selera. Dan urusan selera, orang Aceh salah satu jagonya.

Keberadaan Badrodin di Aceh, bersama jajarannya dan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, malah menabalkan stigma buruk. Badrodin memonumenkan stigma hitam tentang Aceh di alam pikiran masyarakat umum.

Harusnya ada pendekatan yang lebih intim untuk menggugah kesadaran. Tidak dengan aksi bakar-membakar ganja yang sebenarnya sering dilakukan oleh aparat Polda Aceh. Kehadiran Badrodin hanya akan memperkuat stigma hitam itu. Membakar kebaikan dan meninggalkan abu hitam di masyarakat.

Komentar

Loading...