Unduh Aplikasi

Memilih Berani, Pemilih Cerdas

Memilih Berani, Pemilih Cerdas
Ilustrasi: StudioPress Blog

SETELAH diberikan waktu untuk mengenali seluruh kandidat yang bertarung di Pemilihan Umum 2019, inilah saat masyarakat untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Di sini, masyarakat akan dihadapkan dengan lima jenis kertas suara.

Merah untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah, Kuning untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, biru untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, hijau untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota. Dan abu-abu untuk calon presiden.

Untuk memilih para kandidat itu tentu membutuhkan waktu. Namun tetap saja ini adalah sebuah proses penting bagi kehidupan bernegara di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, uang negara yang dihabiskan untuk menggelar Pemilu 2019 mencapai hampir Rp 25 triliun. Menghabiskan waktu lima menit di bilik suara akan sebanding dengan uang yang dihabiskan dalam perjalanan negeri berdemokrasi.

Bukan rahasia jika hingga tadi pagi, beberapa kandidat masih mencoba mempengaruhi pemilih dengan iming-iming uang dan barang kebutuhan pokok, seperti beras atau minyak makan. Di beberapa kawasan di pedalaman Aceh, cerita tentang intimidasi juga masih terdengar, meski tidak sesanter pada masa pemilihan kepala daerah.

Karena itu masyarakat yang menggunakan hak pilih diharap untuk benar-benar selektif dalam memilih. Masyarakat harus memilih calon yang memiliki rekam jejak bersih. Sosok yang dipilih juga haruslah sosok yang benar-benar bisa dipercaya.

Jangan memilih karena iming-iming. Mereka yang mengiming-imingi dipastikan tidak akan bekerja maksimal karena merasa telah memberi dan membeli sesuatu kepada masyarakat, sebelum dia menjabat. Kandidat seperti akan melakukan segala cara untuk mengembalikan modal mereka dalam pertarungan politik ini.

Jangan pula takut terhadap intimidasi. Karenanya, kepolisian, penyelenggara dan pengawas pemilihan harus bekerja serius dan tidak pilih kasih. Lembaga-lembaga ini harus melindungi hak masyarakat. Setiap indikasi kecurangan, baik itu suap ataupun intimidasi, harus ditindak, siapapun kandidat atau partainya.

Masyarakat juga perlu bersikap awas dengan ikut menjadi saksi penghitungan suara yang akan digelar lebih cepat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Pesta demokrasi ini harus mampu melahirkan sosok-sosok bersih dan berintegritas. Selamat memilih, jadilah pemilih cerdas dan berani.

Komentar

Loading...