Unduh Aplikasi

Membeli Super Tangker di Tengah Badai  Resesi, Pertamina Keliru?

Membeli Super Tangker di Tengah Badai  Resesi, Pertamina Keliru?
Foto: Ist

Oleh : Salamuddin Daeng

Mengagetkan keputusan Pertamina membeli dua kapal super tangker berkapasitas 2 juta ton. Kekagetan bukan hanya karena harga super tangker yang super mahal, juga karena kondisi obyektif sektor transportasi termasuk transportasi migas sedang terpuruk. 

Pasar pengiriman barang global termasuk di antara pasar yang paling terpukul oleh wabah virus korona. Dalam skenario dampak yang parah, pasar pengiriman barang global diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 7,5 persen pada tahun 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Wabah virus korona menghantam pasar pengiriman udara internasional melalui guncangan kesehatan terus-menerus yang menyeret ekonomi global ke dalam resesi yang dalam. Dalam skenario dampak yang parah, pasar angkutan udara Eropa diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 9,1 persen pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Wabah virus korona menghantam pasar pengangkutan laut internasional melalui guncangan kesehatan terus-menerus yang menyeret ekonomi global ke dalam resesi yang dalam. Dalam skenario dampak yang parah, pasar pengiriman barang laut Amerika Utara diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 12,1 persen pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Industri logistik global diperkirakan akan terkena dampak wabah COVID-19. Dalam skenario terburuk, nilai tambah bruto industri bisa turun 6,1 persen pada 2020.

Menurut sebuah studi tahun 2020, gangguan yang berlangsung selama 100 hari pada rantai pasokan produksi dan distribusi dapat menyebabkan penurunan 90 persen dalam pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dari perusahaan kedirgantaraan komersial. Pada tahun 2020, studi yang sama menemukan bahwa peralatan komunikasi rantai nilai global paparan kejutan secara keseluruhan adalah yang tertinggi.

Di Indonesia, sektor transportasi dan pergudangan konsisten menjadi sektor paling terpuruk dalam dua triwulan terakhir. Laju pertumbuhan sektor tersebut pada Triwulan III-2020 pun kandas di angka -16,70 persen (year on year). Hal ini dikarenakan penurunan jumlah penumpang terjadi di semua moda angkutan, penurunan arus barang, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan-pelabuhan utama. Dalam sektor transportasi yang drivernya menggunakan perangkat online juga mengalami penurunan, akibat menurunnya permintaan dan daya beli. Kondisi ini tidak akan pulih sampai 2025.

Dalam situasi yang serba melemah bagaimana super tangker Pertamina akan bertahan dari kebangkrutan?

Penulis adalah Peneliti pada Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI)

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...