Unduh Aplikasi

Membangun untuk Apa

Membangun untuk Apa
Ilustrasi: getty

MUSIM hujan datang. Mudah-mudahan tak membawa kesusahan bagi sebagian warga Aceh. Terutama mereka yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dipaksa menerima banjir.

Banjir di pengujung tahun menjadi fenomena yang tak terelakkan. Trennya pun menjalar ke daerah-daerah lain yang sebelumnya relatif aman dari bencana ini. Fenomena ini terus menjadi ancaman hingga musim berganti membawa bencana lain: kekeringan.

Dua hal berlawanan ini berhulu pada satu sumber. Sumbernya adalah kerusakan hutan. Saat curah hujan tinggi, air tak terbendung karena tak ada akar besar yang menahan dan menyimpan air dalam tanah.

Sebaliknya, saat hujan tak datang, kekeringan melanda. Mata air kering. Tanah di areal persawahan merekah. Hanya rumput teki yang bertahan di atasnya. Irigasi yang dibangun dengan menghabiskan uang ratusan miliar tak berguna.

Kondisi ini harus diubah. Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar mengingatkan seluruh elemen di Aceh untuk menjaga hutan. Karena dampaknya sangat dirasakan dan berefek bagi seluruh orang yang menetap di daerah Aceh. Entah dia terkena langsung banjir dan kekeringan atau tidak.

Selain melindungi hutan dari melindungi ekspansi besar-besaran perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan pembalakan liar, seluruh elemen harus menjadikan hutan sebagai inti pembangunan. Karena di sini menetap spesies kunci yang mempengaruhi
eksistensi hutan, seperti harimau, badak, orangutan dan gajah.

Pembentukan Qanun Satwa Liar adalah salah satu upaya yang harusnya menyelaraskan langkah pembangunan di Aceh. Setiap program dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan harus menjadikan hutan sebagai "kiblat". Sehingga tak ada lagi bencana melanda yang menghabiskan banyak anggaran dan meninggalkan sejuta nestapa.

Bukan berarti kita alergi terhadap pembangunan infrastruktur. Namun ada hal-hal yang harus tetap dijaga kelestariannya. Ada hal-hal yang harus tetap tersembunyi di belantara hutan Aceh. Sehebat apapun infrastruktur, kalau akhirnya rusak dan tak berfungsi karena bencana akibat kesalahan manusia, untuk apa.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...