Unduh Aplikasi

Memanusiakan Manusia

Memanusiakan Manusia
Ilustrasi: sebastianwna

KITA pantas bersyukur atas tindakan puluhan warga Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Upaya mereka menurunkan 94 pengungsi asal Rohingya ke darat menunjukkan bahwa masih ada rasa kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Sebelumnya, setelah diselamatkan dari tengah laut, para pengungsi yang sebagian besar merupakan kaum perempuan dan anak-anak itu tertahan di atas kapal. Pemerintah melarang mereka turun dari kapal.

Awalnya, puluhan warga mendatangi petugas meminta supaya para imigran itu segera diselamatkan ke daratan. Karena tak direspons, akhirnya mereka memutuskan untuk menarik kapal itu menggunakan perahu ke darat. Upaya aparat keamanan mencegah penyelamatan ini tak digubris.

Mereka juga mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tak sanggup memberi makan, maka warga bersedia mengumpulkan beras untuk diberikan kepada para pengungsi. Karena, bagi mereka, keselamatan manusia lebih utama ketimbang harta benda.

Tindakan masyarakat Gampong Lancok ini harusnya menjadi tamparan bagi kita semua. Di saat kita mengklaim diri sebagai orang-orang pintar, namun ternyata tak cukup cerdas untuk memahami kesusahan yang diderita manusia perahu asal Rakhine, Myanmar itu.

Mereka adalah korban dari kezaliman. Di negara sendiri, mereka diusir hanya karena perbedaan warna kulit dan agama. Mereka dianggap sampah oleh rezim yang berkuasa dan dihilangkan semua haknya.

Membiarkan mereka terus menerus berada di atas perahu, saat sebenarnya kita bisa menyelamatkan, harusnya menimbulkan pertanyaan di hati kita, “apakah pantas kita memperlakukan mereka seperti itu?”

Mungkin ada banyak uang yang habis untuk memberi makan mereka dan membantu mereka memenuhi kebutuhan selama berada di Aceh. Di banyak daerah di Aceh, untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi asal Rohingya, banyak anggaran daerah yang tersedot.

Namun kita sebagai daerah dengan penduduk mayoritas muslim, diajarkan untuk mengedepankan kemanusiaan ketimbang harta benda. Kita tak boleh berburuk sangka. Karena hal ini menyebabkan banyak kerusakan.

Pemerintah harus berpikir positif. Dengan berpikir positif, orang akan lebih bisa mengerti, memahami dan akhirnya menumbuhkan rasa sayang dan kepedulian. Mungkin, saat menerima para pengungsi dengan hati lapang dan tangan terbuka, akan muncul keberkahan-keberkahan lain, dari sumber yang tak disangka-sangka.

Komentar

Loading...