Unduh Aplikasi

Melihat Dahlan Melangkah Sendiri

Melihat Dahlan Melangkah Sendiri
Ilustrasi: Shutterstock

LANGKAH Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh), Dahlan Jamaluddin, saat meminta tenaga ahli ke Universitas Syiah Kuala patut dipertanyakan. Lewat sebuah surat berkop resmi DPR Aceh, Dahlan meminta izin kepada Rektor Unsyiah untuk merekrut sejumlah dosen di kampus itu sebagai tenaga ahli. 

Total 12 nama diajukan Dahlan kepada Rektor Unsyiah. Tak satupun nama itu berasal dari perguruan tinggi lain di Aceh. Padahal, di Aceh terdapat tiga universitas lain yang sebenarnya bisa dipertimbangkan menjadi tenaga ahli di DPR Aceh. Seharusnya keberadaan mereka layak dipertimbangkan. Profesor Samsul Rizal, Rektor Unsyiah, belum memberikan jawaban atas permintaan itu.

Tentu saja Dahlan memiliki pertimbangan sendiri saat menentukan nama-nama itu tanpa melibatkan pimpinan dewan lain. Dan tulisan ini bukan meragukan kapasitas nama-nama yang disodorkan Dahlan sebagai tenaga ahli. 

Yang menjadi permasalahan adalah saat lembaga DPR Aceh, yang keputusannya diambil dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, malah diputuskan sendiri. Padahal Dahlan memiliki tiga wakil yang seharusnya bisa diajak berembuk untuk menentukan sosok yang dipilih sebagai tenaga ahli. 

DPR Aceh juga memiliki alat kelengkapan yang seharusnya dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan penting, seperti para tenaga ahli ini. Bahkan jika diperlukan, untuk mengisi posisi tenaga ahli, DPR Aceh melakukan seleksi terbuka sehingga setiap orang yang berkompeten memiliki kesempatan untuk mengabdi, sesuai dengan basis pengetahuan mereka, di parlemen. 

Di era keterbukaan ini, seharusnya tidak ada yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Terutama di lembaga DPR Aceh yang notabene adalah perwakilan rakyat. 

Dahlan pun seharusnya menjadi ikon di Aceh yang mendorong keterbukaan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, dia bisa leluasa menyuarakan aspirasi rakyat karena tidak terikat dengan kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat Aceh. 

Komentar

Loading...