Unduh Aplikasi

Melayani Publik

Melayani Publik
PELAYANAN publik sering kali dianggap sebagai hal nomor corot. Di republik ini, nasibnya sering kali kalah pamor dari bidang politik atau hukum. Pelayanan publik malah tak masuk dalam agenda politik yang diusung kandidat yang lebih senang membicarakan lobi-lobi atau bagi-bagi kekuasaan.

Di Amerika, isu layanan publik adalah isu utama yang menjadi pembahasan penting para politisi. Lobi-lobi dilakukan untuk menggolkan undang-undang tentang layanan publik. Layanan kesehatan adalah salah satu politik dinamis yang menentukan nasib banyak politisi di Amerika, termasuk Presiden Barack Obama.

Di Malaysia, layanan publik terlihat jelas dari penyediaan transportasi massal yang terintegrasi dan nyaman. Sebagai daerah kunjungan wisata yang berkembang pesat di masa pemerintahan Perdana Menteri Mahatir Muhammad, Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur benar-benar mengutamakan kenyamanan dan kemudahan pengguna layanan transportasi ini.

Di Indonesia, kesadaran tentang pentingnya pelayanan publik baru saja dikenal. Meski keberadaan pemerintahan ada sejak lama, namun selama ini hanya berorientasi pada kekuasaan. Ini terlihat jelas dari keputusan-keputusan politik yang jauh dari kepentingan publik. Pembangunan waduk atau jalan baru lebih banyak didasari atas keinginan untuk mendapatkan proyek ketimbang membuka akses.

Di bidang kesehatan, jangankan urusan kemudahan pasien dalam mendapatkan pengobatan, tingkat masuk ke rumah sakit saja pasien harus berhadapan dengan urusan administratif yang pelik. Segala macam prosedur harus dilalui, yang dibuat bukan untuk memudahkan, malah memperpanjang rantai layanan.

Layanan pendidikan juga lebih cenderung memperbudak siswa ketimbang memerdekakan cara berpikir mereka. Belum lagi urusan pembangunan ekonomi yang tak berorientasi untuk memberikan seluas-luasnya kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang dan berkompetisi. Modal yang diberikan juga lebih bernilai sebagai sebuah "ikan" ketimbang "pancing".

Ini adalah tugas berat. Perlu pemimpin yang memiliki kecakapan dan kemauan untuk berbuat. Pemimpin yang mampu menjadikan dirinya sebagai pelayanan utama bagi masyarakat. Dan hanya orang-orang yang mau menafkahkan diri mereka untuk kemajuan Aceh yang akan mampu melakukannya. Karena butuh pengorbanan besar. Mengutamakan kepentingan masyarakat ketimbang mendahulukan kepentingan kelompok dan keluarga.

Komentar

Loading...