Melawan Gelombang dengan Transparansi

Melawan Gelombang dengan Transparansi
Ilustrasi: Agemba.

PERINGATAN pemerintah kepada masyarakat tentang potensi kemunculan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia adalah langkah yang mulia. Lewat alarm ini, pemerintah dan masyarakat dapat mengantisipasi agar tak ada lonjakan angka penularan Covid-19. 

Dalam beberapa bulan terakhir, kita memang tengah menikmati kehidupan normal, seperti yang pernah kita rasakan sebelum pandemi ini melanda. Dalam dua tahun terakhir, kita benar-benar terpukul dan tersuruk, dihajar Covid-19. 

Kekebalan komunal yang diharapkan dapat tercapai lewat vaksinasi juga mulai menunjukkan keberhasilan. Ini semua adalah upaya yang membutuhkan pengorbanan seluruh elemen. 

Namun hendaknya peringatan ini juga disertai keterbukaan pemerintah dalam menangani pandemi ini. Baik dari sisi pendataan hingga pendanaan. 

Keterbukaan ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sebagai jaminan hak masyarakat untuk keadilan, terutama masyarakat yang jauh dari akses kekuasaan. 

Seperti saat pemerintah mengharuskan program vaksinasi, yang dilakukan hingga ke rumah-rumah, maka keterbukaan juga perlu dilakukan dengan cara yang sama. Karena yang harus dilakukan adalah menjaga kepercayaan masyarakat. 

Pemerintah harus memahami bahwa transparansi merupakan nilai demokrasi. Transparansi  adalah hal penting menghubungkan berbagai elemen. Dan ini adalah keniscayaan yang harus dilakukan seluruh organisasi, terutama pemerintahan. 

Lewat transparansi, pemerintah dapat bekerja lebih baik lewat pengawasan yang kuat dari masyarakat. Inilah cara pemerintah untuk memberikan keyakinan dan bertanggung jawab atas keputusan, kegiatan, dan kinerja, sesuai standar dan komitmen dalam melayani masyarakat. 

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini