Unduh Aplikasi

Melanjutkan Perjuangan GAM

Melanjutkan Perjuangan GAM
ilustrasi.

GERAKAN Aceh Merdeka adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Bangsa Aceh modern. Gerakan menentukan arah percaturan politik di Indonesia dan menjadi barometer dalam pergerakan melawan kesewenang-wenangan negara terhadap masyarakatnya.

Dideklarasikan oleh Hasan Tiro, di Gunung Halimun, Gerakan ini menjadi sebuah kekuatan besar yang membuat Pemerintah Indonesia rela duduk bersama dengan para pemimpinnya dan membahas sebuah jalan keluar dari sengkarut konflik berkepanjangan di Aceh.

Setelah 11 tahun berdamai, GAM tak lagi menjadi simbol utama. Organisasi ini dan tokoh-tokohnya bermetamorfosis. Mengisi ruang-ruang dalam berpolitik dan meninggalkan senjata sebagai masa lalu yang penuh dengan keringat yang berdarah-darah.

Para pejuangnya juga memulai hidup normal, sama seperti jutaan masyarakat Aceh yang juga ikut merasakan derita akibat konflik. Sebagian mereka memilih untuk bertahan dalam kesederhanaan. Memulai usaha kecil di kampung atau mendidik anak-anak yatim piatu korban perang.

Ada juga yang memilih jalan yang lebih riuh dengan ingar-bingar politik. Merebut kekuatan di parlemen atau di pusat-pusat kekuasaan. Berbicara tentang masa depan dalam ruang berpendingin udara. Tak ada bau mesiu atau desingan peluru menghantui.

Jika dulu berbicara tentang kesejahteraan di dalam hutan sembari membersihkan AK-47, kini membahas hal itu digelar di mall atau pusat-pusat perbelanjaan dengan pakaian modis dan wangi.

Ini adalah pilihan. Setiap orang berhak menentukan jalan masing-masing. Ada yang memilih jalan sunyi, tak sedikit mencoba meraih sendok kekuasaan. Namun hendaknya hal ini tidak melupakan jati diri: siapa kita sebenarnya. Apakah bangsa lemah yang mudah diiming-imingi kesenangan, atau bangsa yang mengencangkan ikat pinggang selama masih ada rakyat miskin di sekitar kita.

Perjuangan GAM masih dibutuhkan di Aceh. Namun “jihad” itu bukan lagi dalam bentuk kekerasan dan senjata. Ini adalah saatnya melanjutkan perjuangan dengan cara-cara lebih diplomatis. Perdamaian Aceh tidak hanya dibangun dari perlawanan bersenjata. Perdamaian Aceh juga dilakukan dengan diplomasi tingkat tinggi yang dibangun para pendiri GAM di kancah internasional.

Tentu kita ingin menyaksikan para tokoh GAM duduk kembali dalam satu meja besar untuk merumuskan kembali arah perjuangan. Gerakan ini harus dipertahankan dengan cara konstitusional: gerakan dalam menyejahterakan rakyat Aceh.

Komentar

Loading...