Unduh Aplikasi

Mei 2018, Aceh Alami Inflasi Sebesar 0,69 Persen

Mei 2018, Aceh Alami Inflasi Sebesar 0,69 Persen

BANDA ACEH - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Wahyudin mengatakan Aceh secara agregat pada Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Angka tersebut merupakan andil dari Kota Banda Aceh yang mengalami inflasi sebesar 0,72 persen, Kota Lhokseumawe terjadi inflasi sebesar 0,57 persen dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,69 persen.

"Inflasi yang terjadi di Aceh disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen (IHK) untuk semua kelompok pengeluaran," kata Wahyudin kepada awak media, Senin (4/6).

Dalam paparannya, Wahyudin mengatakan IHK kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok bahan makanan (1,80 persen), kelompok sandang (1,14 persen), kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,47 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,42 persen), kelompok kesehatan (0,06 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,04 persen) dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen).

Pada Mei 2018, kenaikan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan. Secara umum, pada kelompok bahan makanan terdapat beberapa komoditas yang memberikan andil dominan terhadap peningkatan IHK yaitu, ikan tongkol (0,1114 persen), daging ayam ras (0,0923 persen), jeruk (0,0899 persen), tomat sayur (0,0551 persen) dan teri (0,0379 persen).

Sedangkan beberapa komoditas yang memberikan andil dominan terhadap penurunan IHK sebagai penyumbang deflasi antara lain cabai merah (0,0955 persen), cabai rawit (0,0522 persen), bawang putih (0,0226 persen), cabai hijau (0,0175 persen) dan kacang panjang (0,0141 persen).

"Menurut hitungan yang kami lakukan, dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, sebanyak 10 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok mengalami deflasi," ujar wahyudin.

Sementara itu, Wahyudin menjelaskan berdasarkan 82 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Mei 2018, tercatat 65 kota mengalami inflasi sedangkan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual (1,88 persen). Deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang (0,99 persen).

"Secara urutan inflasi tertinggi, Kota Banda Aceh berada di urutan 10, Kota Lhokseumawe pada urutan 13, dan Kota Meulaboh berada pada peringkat 15," ungkapnya.

Komentar

Loading...