Unduh Aplikasi

Mediasi Kasus Penghinaan Meulaboh Gagal, Warga Minta Proses Hukum Berlanjut

Mediasi Kasus Penghinaan Meulaboh Gagal, Warga Minta Proses Hukum Berlanjut
Foto upaya Mediasi di Polres Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat bersama Polres Nagan Raya mempertemukan seluruh kru Endatu Project dan sejumlah warga Meulaboh yang sempat melaporkan dugaan ujaran kebencian terhadap suku lewat konten video berdurasi 2 menit 56 detik milik Endatu Project. Pertemuan tersebut berlangsung Kamis, (9/4) di halaman belakang Mapores Aceh Barat.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Aceh Barat, Komisaris Polisi Zainuddin, itu untuk mendamaikan kedua pihak yang bersinggungan akibat beredarnya video yang mengandung unsur SARA tersebut.

Baca: Akun Youtube Menghina Meulaboh Dilaporkan ke Polisi

Namun upaya mediasi tersebut gagal lantaran sejumlah warga Meulaboh menginginkan agar proses tersebut tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Rahmat Maulizar, salah seorang warga Meulaboh yang sebelumnya ikut melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Meulaboh, ibukota Aceh Barat, kepada wartawan mengatakan secara pribadi ia telah memaafkan kru endatu project tersebut.

Namun, kata dia, secara perdamaian ia tidak bisa menerima perdamaian tersebut. Lantaran sebutnya ia tidak memiliki kapasitas menerima upaya damai itu.

"Kalau permintaan maaf tadi memang mereka telah meminta maaf. Tapi untuk damai saya tidak bisa tindak lanjut. Karena hari ini saya atas nama warga Meulaboh harus minta dulu pendapat para tokoh, dan Pemerintah daerah serta dewan setempat apa mau mereka damai," kata Rahmat Maulizar.

Menurut pria yang akrab disapa Rahmat Ojer ini, ia tidak mau salah langkah dengan menerima keputusan damai namun akhirnya malah ia nanti yang mejadi sasaran kemarahan warga Meulaboh, karena bertindak tanpa adanya koordinasi.

Untuk itu, kata Rahmat, selama belum ada kesepakatakan bersama para pihak di Aceh Barat ia mendorong pihak Kepolisian untuk memproses persoalan tersebut secara hukum yang berlaku.

Rahmat menyebutkan, perlunya upaya hukum dilakukan Kepolisian guna menghindari polimik di tengah masyarakat yang dapat memicu konflik sosial atau konflik horizontal.

"Saya juga menegaskan jika proses hukum ini kami meminta polisi mengusut terhadap pemilik akun youtube atau konten kreatornya. Dan ini tidak ada hubungannya dengan warga Naga Raya," ucapnya.

Atas dasar itu Rahmat meminta agar warga Meulaboh dan warga Nagan Raya menahan diri dan jangan sampai saling menghujat apalagi saling serang.

Sebab menurutnya warga Nagan Raya tidak ada sama sekali yang menyudutkan warga Meulaboh atau Aceh Barat, akan tetapi pelakunya merupakan tim kreator atau kru dari Endatu Project.

Dalam pertemuan itu sendiri ikut hadi Kepala Satuan Intel Dan Keamanan (Intelkam) Polres Nagan Raya, Inspektur Polisi Dua M Putra Yani, mewakili Kepala Polres Nagan Raya Ajun Komisaris Besar Polisi Risno.

Komentar

Loading...