Unduh Aplikasi

Mediasi Batal, Pemuda Dewantara Ancam Kembali Kerahkan Massa ke PT PIM

Mediasi Batal, Pemuda Dewantara Ancam Kembali Kerahkan Massa ke PT PIM
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Gagalnya upaya mediasi, Forum Pemuda Dewantara (Forpemda)  bersama Direksi PT PIM berbuntut panjang. Pasalnya Forpemda ancam akan kerahkan massa dalam jumlah besar untuk kembali menyeruduk perusahaan PT PIM di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.  

Pergerakan aksi massa dalam jumlah besar untuk menuntut hak hibah aset AAF yang beralih ke tangan PT PIM itu diungkapkan Ketua Forpemda Saifuddin kepada AJNN Senin (14/10) sore.

Saifuddin mengungkapkan pihaknya merasa kecewa dengan pihak Direksi PT PIM yang membatalkan secara sepihak audiensi dengan alasan karena kehadiran tiga anggota dewan yang mana sebelumnya sudah menjadi kesepakatan kedua pihak pada Kamis (10/10) lalu.  

Justru, sebutnya, direksi PT PIM malah menolak ketika perwakilan Forpemda datang bersama anggota DPR Aceh Muslem Syamsuddin dan anggota DPRK Aceh Utara H. Anwar Sanusi dan Sofyan Hanafiah. 

"Pembatalan secara sepihak dengan alasan tidak logis itu membuat kami sangat kecewa. Kami berniat menyelesaikan persoalan ini dengan baik," ujarnya.

Baca: PT PIM Batalkan Audiensi dengan Forpemda Terkait Hibah Aset

Pasca-penolakan audiensi pihak direksi PT PIM berujung kian carut-marut. Pihak Forpemda mengaku sebaliknya akan menolak ajakan PT PIM untuk kembali beraudiensi dan dimediasi.  

"Karena pihak PT PIM tidak ada etikat baik, maka kami juga akan menolak untuk beraudiensi kembali," cetus Saifuddin.

Dirinya mengaku pihaknya akan mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar lagi untuk kembali melakukan aksi menduduki PT PIM untuk menyerahkan hak hibah aset AAF kepada masyarakat dewantara. Dimana mereka mengaku seluruh aset tersebut selama ini mereka yang jaga.

"Kami masyarakat disini sudah merasa muak dibodohi.  Semua soal hak hibah aset AAF itu telah ada dalam aturannya. PT PIM jangan menghindar atau mengabaikan hal itu, " tegasnya.  

Saifuddin menerangkan pihaknya akan kembali melakukan aksinya dalam beberapa hari mendatang. Hingga persoalan ini ada kejelasan dan titik terang bagi masyarakat lingkungan

Sementara itu, Anggota DPR Provinsi Aceh Muslem Syamsuddin mengatakan pihaknya merasa PT. PIM telah melakukan penghinaan atas institusi negara.  

Muslem merasa heran dengan sikap PT. PIM yang menolak kehadiran anggota dewan yang bertujuan untuk mencari solusi penyelesaian masalah.  

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRK Aceh Utara Anwar Sanusi dan Sofyan Hanafiah mengaku kehadiran anggota dewan atas permintaan Forpemda secara resmi.

Komentar

Loading...