Unduh Aplikasi

INTERMESO

Media Massa Mau ke Mana

Media Massa Mau ke Mana
ilustrasi: My Team.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media massa dapat mempengaruhi kebijakan. Di beberapa negara, terutama yang menganut sistem demokrasi, media massa adalah elemen penting yang ikut menetukan masa depan sebuah negara setelah badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Media massa adalah suara publik. Ini adalah tempat kebijakan publik disuarakan. Ini adalah tempat masyarakat menyampaikan keluhan kepada pemerintah yang dibiayai oleh pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

Namun komunikasi seorang wartawan atau media tak hanya melalui media massa. Contoh kasus: seorang wartawan Metro TV di Aceh mendapatkan informasi dari seorang petugas di Puskesmas Sawang yang menyebutkan bahwa di daerah itu menetap seorang ibu rumah tangga miskin yang terserang kanker parah. Kondisi kesehatannya sangat buruk. Dia butuh bantuan segera.

Muzakir, nama wartawan itu, tidak langsung menuju lokasi dan mengambil gambar, meski hal ini adalah tugasnya sebagai jurnalis. Dia lebih memilih untuk membuka akses atas kepastian informasi yang diperoleh tersebut dengan menghubungi pihak aparatur desa setempat dan sumber lainnya.

Setelah ada kepastian. Dia berkomunikasi dengan Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf tentang hal ini. Fauzi menanggapi informasi ini dengan menginstruksikan kepala Dinas Kesehatan dan kepala Puskesmas Sawang untuk membantu perempuan tersebut. Muzakir menggunakan “pengaruhnya” sebagai wartawan untuk membantu perempuan itu.

Meskipun media massa saat ini menghadapi tantangan terkait perkembangan teknologi dan globalisasi informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disini peran media dan wartwan haruslah lebih cermat dan lebih berhati-hati dalam merangkum sebuah pemberitaan yang akan disebarkan dan dikonsumsi oleh publik.

Saat ini praktik jurnalisme memberikan pengaruh terhadap berbagai sisi kehidupan masyarakat. Audiens memiliki posisi yang paralel dengan jurnalis. Internet menjadi saluran cepat yang mengantarkan informasi, dengan aturan yang masih terbatas namun juga memberikan dampak yang luas.

Media memasuki transisi dan harus mampu beradaptasi dengan dengan perubahan tersebut. Mungkin itu salah satu yang saat ini sedang kita hadapi. Tantangan lain adalah bagaimana media menghadapi perubahan dan melalui transisi ini.

Bersandar dari perubahan cara pikir menghadapi perubahan pula mendorong media massa khususnya wartawan untuk mengembangkan kemampuan dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan situasi yang ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi publik dan masyarakat luas.

Tapi jurnalistik adalah dunia yang sangat luas. Karena itu, penting bagi seorang wartawan dan media tempat wartawan bekerja untuk tetap berpegang pada aturan-aturan jurnalisme yang disepakati, baik secara global ataupun di tingkat nasional. Tanpa pedoman ini, wartawan dan media hanya menjadi alat bagi orang-orang yang memiliki pengaruh. Kalau begini, media massa mau dibawa ke mana?

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...