Unduh Aplikasi

Mau Malu Mobil Baru

Mau Malu Mobil Baru
Ilustrasi: carshowroom

“KALAU tak malu, berbuatlah sesukamu.” Itu adalah penggalan hadis tentang pentingnya rasa malu di diri manusia. Namun sayang, sering kali hal ini terabaikan dan diasingkan. Rasa malu sering kali tersuruk di dasar kantong yang dalam.

Parahnya lagi, orang-orang berkantong dalam ini sering kali memiliki tangan yang pendek. Rasa malu pun sering kali tak terjangkau. Padahal malu adalah “pakaian” yang seharusnya digunakan semua orang. Terutama mereka yang berilmu, berkedudukan, dan berpengetahuan.

Seseorang harusnya merasa malu saat menikmati makanan di hadapan para orang yang meminta-minta. Seseorang harusnya merasa malu berpakaian indah saat di sekitarnya masih banyak orang yang kesulitan untuk menutupi auratnya secara layak. Atau malu membangun rumah besar saat di sekitar mereka masih ada janda miskin yang tidur beratapkan langit.

Saat banyak pejabat yang menuntut untuk menggunakan kendaraan baru dengan harga mencapai miliaran rupiah, pertanyaan berikut yang muncul adalah, “apakah pejabat itu punya rasa malu?”

Apalagi kemauan ini datang saat banyak masyarakat di daerah yang mereka pimpin masih hidup dalam kesusahan. Ini tidak hanya terjadi di Pidie Jaya atau Aceh Barat. Hampir di semua daerah di Aceh, termasuk di tingkat provinsi. hal yang sama juga terjadi.

Kendaraan dianggap sebagai prestise. Semakin mahal kendaraan yang digunakan, akan semakin “terhormat” pula mereka dianggap. Mereka menganggap, pandangan mata yang tertuju ke mereka dan mobil yang ditungganginya adalah sebuah keharusan sebagai simbol dari kekuasaan di tangan mereka.

Setelah tsunami, Pemerintah Aceh juga menganggarkan uang lebih dari Rp 2 miliar untuk membeli kendaraan dinas Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh. Saat ditanyakan alasan membeli kendaraan itu di saat masyarakat Aceh butuh uang untuk bertahan hidup, penguasa saat itu berujar bahwa kendaraan mewah dibutuhkan untuk membawa tamu yang kebanyakan berasal dari luar negeri.

Tak peduli sebanyak apa kritik, eksekutif dan legislatif akan selalu punya alasan untuk membeli kendaraan-kendaraan baru dengan harga selangit. Akan selalu ada celah bagi mereka untuk memuaskan hasrat itu. Di masa mendatang, hal ini akan terus terjadi. Karena memang semua itu hanya dibatasi oleh rasa malu. Ya, hanya itu.

Komentar

Loading...