Unduh Aplikasi

Mau Jadi Apa

Mau Jadi Apa
Ilustrasi: mount hunt.

KEKERASAN terhadap anak adalah isu serius.  Banyak orang tua masih mengandalkan pola kekerasan dalam mendidik anak berdisiplin.

Padahal orang tua adalah sosok paling bertanggung jawab dalam melindungi dan memaksimalkan pertumbuhan anak agar mereka dapat menjalani kehidupan yang baik dan layak.

Tentu menjadi aneh dan sangat disayangkan jika ada kandidat kepala daerah yang tak punya visi untuk mengantisipasi dan menangani kasus kekerasan terhadap anak, alih-alih melemparkan hal ini sepenuhnya kepada keluarga. 

Kekerasan terhadap anak menjadi permasalahan penting dan membutuhkan perhatian negara melalui alatnya: pemerintah.

Apalagi, fenomena kekerasan terhadap anak semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Tindakan ini juga semakin marak tanpa memandang usia anak, sebagai korban. Entah itu bayi atau anak-anak yang beranjak dewasa.

Pemahaman yang dangkal terhadap anak dan dunianya juga mendorong jalan kekerasan terhadap anak terus terjadi. Baik secata fisik maupun psikis. Semua ini membuat anak menderita. 

Alhasil, di tengah-tengah masyarakat, budaya kekerasan ini semakin sulit dikenali oleh orang tua dan orang-orang yang dekat dengan anak. Apalagi, anak-anak kerap menyulitkan orang tua karena ketidakpahaman mereka.

Rumah dan lingkungan, yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat yang tidak nyaman hanya karena mereka sulit diperintah.

Tentunya semua individu orang tua perlu membuka kembali cakrawala dalam mendidik anak. Hal ini dapat dilakukan dengan mendalami ilmu agama dan bekonsultasi dengan banyak pihak.

Tugas mendidik masyarakat untuk menjadi lebih peka terhadap anak memerlukan peran kepala daerah. Sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap masyarakat, seorang kepala daerah harus mampu mendorong sikap antikekerasan terhadap anak.

Mendidik anak dengan kekerasan hanya akan menumbuhkan generasi pendendam, tidak cerdas secara emosional dan tak punya sikap. Kita tentu tak mau dipimpin oleh orang yang tak memahami hal ini. Mau jadi apa.

Komentar

Loading...