Unduh Aplikasi

Matinya Akal Sehat

Matinya Akal Sehat
Foto: dreamers
POLEMIK berkepanjangan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh tak berefek kepada elemen sipil. Mahasiswa, yang seharusnya berteriak lantang karena kepentingan rakyat terus diabaikan Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, mati kutu.

Tak ada demonstrasi. Bahkan protes di media pun tak terdengar. Keterlambatan pengesahan anggaran dan ancaman kerugian besar yang dirasakan masyarakat seperti tak terdengar oleh kalangan mahasiswa.

Di tingkat yang lebih tinggi, di level pengajar universitas dan cendikiawan, suara kritis terhadap pemerintah dan dewan juga tak terdengar. Tak ada dialog yang digagas untuk membantu mencari jalan tengah pergesekan antara pemerintah dan dewan. Semua memilih menahan diri, mati suri.

Isu pembahasan anggaran yang berkutat kepada soal pembagian jatah pengelolaan anggaran memang menguras energi. Ini seperti debat kusir yang tak ketahuan ujungnya. Akibatnya, muncul rasa jenuh yang menggunung di kalangan mahasiswa dan akademisi, dan menular kepada masyarakat.

Apatisme inilah sebenarnya yang diharapkan oleh pemerintah dan dewan. Aksi saling lempar isu dan lempar bola biang masalah sengaja dibuat untuk membingungkan masyarakat. Mereka yang mencoba bertahan dan melawan, perlahan-lahan surut, seiring menurunnya energi yang mereka punya.

Namun perlawanan terhadap perilaku korup tak boleh surut. Para mahasiswa dan akademisi, tempat masyarakat luas menggantungkan harapan, jangan sampai kehilangan akal sehat untuk melawan gerakan-gerakan yang sengaja dilakukan untuk memecah konsentrasi massa dan menjadikannya pecah dalam bagian-bagian kecil, melemah, tanpa perlawanan.

Para mahasiswa dan akademisi harus bersuara dan bergerak. Tanpa gerakan massa, eksekutif dan legislatif dengan mudah mempermainkan hak rakyat yang selama ini tak pernah dipenuhi.

Dalam sebuah pertemuan dengan pelajar di Sekolah Antikorupsi Aceh, bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, berujar bahwa perjuangan melawan korupsi adalan pejuangan yang panjang, sepi dan melelahkan. Karena itu, para aktivis, baik dari kalangan mahasiswa dan akademisi, harus pandai-pandai menjaga energi agar tak kalah dengan gerakan masif mafia-mafia anggaran.

Ini adalah saat yang tepat untuk bersuara dan bergerak menyuarakan aspirasi masyarakat. Keterlambatan pengesahan anggaran hanya akan menambah kesengsaraan masyarakat yang terjebak dalam kemiskinan. Kemiskinan yang sengaja diciptakan untuk membuat masyarakat tetap bodoh dan pasif.

Komentar

Loading...