Unduh Aplikasi

MaTA gelar diskusi publik sektor kesehatan

MaTA gelar diskusi publik sektor kesehatan
Wpid img01503 20141027 1043
BANDA ACEH- Masyarakat Transparanasi Aceh dan Balai Syura Ureung Inong Aceh, Kota Banda Aceh kembali menggelar Seminar Keterbukaan Informasi Publik Sektor Kesehatan Senin 27/10 di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan piagam komitmen percepatan penerapan reformasi birokrasi untuk meningkatkan layanan puskesmas yang responsif gender dan inklusif di Kota Banda Aceh, dengan para pihak, Walikota Banda Aceh pada 12 Juni lalu.

Abdullah Abdul Muthaleb dari MaTA menyebutkan tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman penyedia layanan di sektor kesehatan tentang UU Keterbukaan Informasi Publik dan bagaimana menerapkannya terutama di level Puskesmas.

 “Pertemuan ini sekaligus untuk menyebarluaskaan gagasan membangun model puskesmas yang terbuka kepada publik. Inilah yang disebut dengan open puskesmas di Kota Banda Aceh”, sebutnya.

Diskusi yang di mulai pada pukul 09.00 itu juga dihadiri kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, BLUD RSUD Meuraxa, Farid Nyak Umar , unsur Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Kepala Puskesmas se Banda Aceh, LSM, kelompok perempuan, pendamping komunitas hingga perwakilan disabilitas yang ada di Banda Aceh.

Media Yulizar, Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan aspek yang harus kita terapkan sehingga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi.

“Meskipun Kota Banda Aceh sebenarnya  sudah banyak memperoleh penghargaan, termasuk dalam aspek keterbukaan informasi, akan tetapi Pemerintah Kota juga terus berupaya untuk menerapkan secara maksimal”, sebutnya.

Dalam diskusi tersebut juga di hadiri  Jehalim Bangun, dari Komisi Informasi Aceh menyebutkan bahwa Banda Aceh dari level komitmen dan kebijakan sudah cukup bagus tetapi masyarakat harus memastikan agar komitmen dan kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan.

“Karena itu, partisipasi publik termasuk dalam aspek mendorong keterbukaan informasi publik khususnya di sektor kesehatan menjadi sangat penting”, jelas Komisioner KI Aceh.

HENDRA KA

Komentar

Loading...