Mat Solar dan Digitalisasi Pertamina

Mat Solar dan Digitalisasi Pertamina
Salamuddin Daeng. Foto: Ist

Oleh: Salamuddin Daeng

Kelangkaan solar yang terjadi belakangan ini telah menjadi berita heboh karena puluhan ribu bahkan lebih kendaraan angkutan darat dan laut di pulau Sumatera, Sulawesi dan beberapa tempat di Jawa karena tidak bisa mendapatkan solar. Mereka mengibarkan bendera putih. 

Permasalahan tata niaga solar ini tak pernah selesai, mulai dari masalah subsidi, pencurian solar, solar gelap yang banyak beredar, hjngga solar online. 

Sepertinya solar sudah menjadi komoditi yang telah memberi kenikmatan hidup pada sekelompok orang tertentu. Hal ini dikarenakan mata rantai pengelolaannya kurang baik dan kurang transparan.

Dari penamaan saja, solar ini salah dan aneh. Solar itu bisa menipu bule, karena menganggap solar adalah energi terbaharukan yaitu energi matahari. Lalu Indonesia dianggap hebat karena penggunaan solarnya banyak. Padahal ini karena yang menjual BBM jenis solar pertama kali adalah Mat Solar.

Mulai dari pencurian solar yang dilakukan dengan kapal besar yang mencuri dari pipa pertamina di laut dalam dengan jumlah besar. Kasus ini telah diungkap oleh Polrii yang  telah menetapkan banyak tersangka, bahkan pemilik kapal konon masih dalam pengejaran.

Baca Selanjutnya...
Halaman 123

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini