Unduh Aplikasi

Masyarakat Ulim Desak Pemkab PIJAY Buka Kembali Kua

Masyarakat Ulim Desak Pemkab PIJAY Buka Kembali Kua
Wpid 20150303 152054
PIDIE JAYA-Masyarakat Kecamatan Ulim, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, membuka kembali Kuala Ulim yang berlokasi di Desa Geulanggang, Kecamatan Ulim, Kabupaten setempat yang sudah tertutup dan bergeser akibat abrasi parah yang terjadi sejak 22 tahun lalu.

Sehingga akibat dari bergeser dan berpindahnya Kuala Ulim tersebut, sejumlah desa dalam kecamatan itu ketika bencana banjir tiba, genangannya terjadi berhari-hari.Selain itu abrasi juga menggerus sepanjang 10 kilometer dan kelebaran 50 meter bibir pantai.

Tertutup dan berpindahnya Kuala Ulim dari lokasi semula itu diungkapkan Kepala Desa Geulanggang M.Gade Nafi kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK) Pidie Jaya Ir. Nazaruddin, saat meninjau lokasi, Rabu (4/3).

M.Gade, di dampingi Imum Mukim  setempat Rusdi Manyak serta Camat Kecamatan Ulim, Drs.Muhammad menyebutkan, akibat tertutup dan telah berpindahnya Kuala Ulim yang menjadi pintu keluar air sungai, ketika banjir yang hampir saban tahun terjadi, sejumlah desa dalam kecamatan tersebut, ketika bencana banjir melanda, genangan banjir terjadi barhari-hari akibat tidak adanya pintu keluar air. 

Disamaping itu, ia menjelaskan, dikarenakan genangan banjir terjadi berhari-hari, lahan sawah milik masyarakat yang telah ditanami padi menjadi mati dan masyarakat terpaksa harus menyemai benih padi kembali setelah genangan banjir surat.

Otamatis persoalan itu dinilai sangat menyengsarakan masyarakat yang mata pencarian utamanya di sektor pertanian." Masyarakat di sejumlah desa dalam Kecamatan Ulim sangat mengharapkan pemerintah untuk kembali membuka Kuala Ulim yang sudah 22 tahun lebih  di tutupi abrasi pantai," pinta M.Gade.

Sejauh itu, menurutnya, selama ini akses air laut untuk kebutuhan lahan tambak di sejumlah desa sangat  susah, ditambah lagi belakangan ini masyarakat sedang menggalakan budidaya udang vaname.

Maka dengan dibukanya kembali Kuala Ulim itu, akses air asin untuk sejumlah lahan tambak di empat desa, yakni, Desa Geulanggang, Desa Tijin Daboih,  Desa Tijin Husen dan Lueng Bimba serta Lueng Bimba menjadi sangat mudah.

Senada dengan Kepala Desa, Imum Mukim setempat, Rusdi Manyak menyebutkan, selain menutupi Kuala Ulim,  sepanjang 10 kilometer dengan kelebaran 50 meter bibir pantai mulai dari Kecamatan Meurah Dua hingga Kecamatan Jangka Buya tergerus akibat abrasi air laut.

"  abrasa ini sudah sangat parah, kalau tidak secepatnya ditangani, di takutkan abrasi juga akan mencapai pemukiman penduduk dan lahan tambak masyarakat," timpal Rusdi Manyak.

IIKHSAN PM

Komentar

Loading...