Unduh Aplikasi

Masyarakat Sipil Minta Pengadilan Tinggi Bebaskan Saiful Mahdi

Masyarakat Sipil Minta Pengadilan Tinggi Bebaskan Saiful Mahdi
Saiful Mahdi usai mendengarkan putusan hakim PN Banda Aceh beberapa waktu lalu. Foto; Tommy

BANDA ACEH - Masyarakat Sipil Aceh untuk kebebasan meminta Pengadilan Tinggi membebaskan dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Saiful Mahdi dalam proses banding putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh yang sedang ditempuh saat ini.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menjatuhkan hukuman terhadap dosen Unsyiah Saiful Mahdi terdakwa kasus UU ITE selama tiga bulan penjara atau denda Rp 10 juta subsider satu bulan kurungan.Tak terima hasil putusan tersebut, Saiful Mahdi telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Baca: Saiful Mahdi Dosen Unsyiah Divonis Tiga Bulan Penjara

Salah seorang Masyarakat Sipil Aceh, Ruwaida melihat, keputusan tersebut telah mencederai kebebasan berpendapat di lingkungan Perguruan Tinggi yang dijamin dalam kebebasan akademik.

“Sikap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, bukan saja menciderai rasa keadilan, namun juga menutup peluang untuk adanya pengusutan lebih lanjut terhadap dugaan ketidakberesan dalam sistem penerimaan CPNS di lingkup Fakultas Teknik," kata Ruwaida dalam keterangannya kepada AJNN, Selasa (5/5).

Kata Ruwaida, pihaknya sangat mendukung upaya banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh oleh Saiful Mahdi, dan akan terus mengkampanyekan penolakan terhadap segala bentuk peniadaan penggunaan hak berpendapat.

Selain itu, Masyarakat Sipil Aceh juga mendesak Unsyiah harus menjadi institusi yang mendukung berkembangnya kesadaran kritis, dan hasil kajian diterima sebagai kebenaran ilmiah sehingga tidak menghilangkan tradisi dialog dan diskusi dalam menyikapi perbedaan pendapat.

Ruwaida juga meminta aparat penegak hukum baik lepolisian, kejaksaan dan pengadilan, lebih cermat dan berhati-hati menggunakan Pasal 27 ayat (3) dalam menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran nama baik.

Sehingga nantinya tidak menambah daftar panjang warga yang dipidana karena menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pandangan dan kritikan, sebagai bagian dari wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Majelis hakim Pengadilan Tinggi memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam kasus yang dituduhkan kepada Saiful Mahdi, serta membebaskan Saiful Mahdi dari segala dakwaan," ujarnya.

Tak hanya itu, Ruwaida juga meminta Komisi Nasional HAM RI meningkatkan proses pemantauan terhadap kasus kebebasan berekpresi, dan melakukan evaluasi ulang kerjasama dengan Unsyiah.

Sebelumnya, Saiful Mahdi dilaporkan ke polisi oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Taufik Saidi karena komentarnya di grub Whatsapp yang beranggotakan akademisi kampus itu.

Dalam komentarnya, Saiful mengkritisi hasil Tes CPNS dosen Fakultas Teknik Unsyiah pada akhir 2018 dalam ruang lingkup kampus tersebut. Dinilai tidak sesuai (yang nilai tinggi tidak diloloskan).

Karena merasa terganggu dan tercemarkan atas komentar tersebut, akhirnya Saiful Mahdi dilaporkan ke polisi.

1.Akmalul Rida (Ikatan Mahasiswa Muhammadyah – Aceh)

2. Agustina (Serikat Inong Aceh)

3. Azhari (Tikar Pandan)

4. Desy Setiawati (Balai Syura Kota Banda Aceh)

5. Dian Marina (Yayasan Pulih Aceh)

6. Elvida (SP Bungong Jeumpa Aceh)

7. Eva Khovivah (PKBI Aceh)

8. Hendra Syahputra (Kontras Aceh)

9. Khairani Arifin (Balai Syura Ureung Inong Aceh)

10. Leila Juari (Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan)

11. Mirza Ardi (Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariah)

12. Muhammad Taufik Abda (FORSAKA)

13. Siti Maisarah (Puan Addisa)

14. Teuku Kemal Fasya (Universitas Malikussaleh)

15. Taufik Riswan (Pemuda Muhammadiyah Aceh)

16. T. Muhammad Jafar (Meta Politica)

17. T. Ayatullah Bani Baeit, (Korwil Konfedersi Serikat Buruh Seluruh Indonesia/KSBSI) Aceh

18. Raihal Fajri (Kata Hati Institute)

19. Riswati (Flower Aceh)

20. Abdullah Abdul Muthalib (Pegiat HAM)

21. Agus Agandi (Pegiat HAM)

22. Azriana (Advokad - Pegiat HAM)

23. Ibnu Munzir (Peneliti Independen)

24. Muhammad Ansor ((Dosen IAIN Langsa)

25. Ruwaida (Komunitas Bina Damai)

26. Samsidar (Pegiat HAM)

27. Yogi Febriandi (Dosen IAIN Langsa)

28. Zulfan Ginting, (Ketua Federasi Kontruksi Umum dan Informa/FKUI SBSI Aceh)

29. M. Akhsani Taqwin (Komisi Kesetaraan KSBSI Aceh)

30. Mahzal Abdullah (HMI Cabang Sigli). 

Komentar

Loading...