Unduh Aplikasi

Masyarakat Diminta Tidak Kait-kaitkan Fenomena Awan Hitam dengan Tsunami

Masyarakat Diminta Tidak Kait-kaitkan Fenomena Awan Hitam dengan Tsunami
Forecaster BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky

ACEH BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya minta kepada masyarakat tidak mengkait-kaitkan fenomena awan arcus dengan tsunami.

Forecaster BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky P Hartiwi, mengatakan pembentukan awan tersebut disebabkan oleh masa air di udara, namun ia meminta warga tidak terlalu panik dengan kemunculan awan arcus.

Namun awan arcus yang merupakan salah satu awan yang masuk dalam kategori comolunimbus itu, kata dia, perlu diwaspadai.

Baca: Kemunculan Awan Hitam Hebohkan Warga Aceh Barat, Ini Kata BMKG

"Kemunculan awan ini sebenarnya merupakan fenomena biasa, jadi tidak ada kaitannya dengan akan terjadi tsunami," kata Rezky P Hartiwi.

Menurut Rezky awan arcus yang terlihat tepat di langit Aceh Barat dan Nagan Raya yang terbentuk oleh massa air di udara itu pecah dalam waktu dua jam.

Awan itu sendiri, kata dia, perlu diwaspadai lantaran menyebabkan hujan disertai angin kencang dengan kecepatan 13 knot atau 28 Kilometer/ jam serta hujan es.

"Untuk fenomena ini, saya tidak tahu berapa kali terjadi di barat selatan Aceh, namun selama saya disini baru ini kita dapat informasinya," ucapnya.

Rezky menjelaskan, awan arcus tersebut tidak dapat terbaca dari satelit pagi tadi lantaran dari citra satelit hanya menunjukkan awan putih atau bersih sedangkan gumpalan hitamnya tidak tampak.

Menurut Rezky awan arcus kemungkinan akan muncul kembali beberapa waktu ke depan, akan tetapi tidak dapat diperkirakan secara pasti akan kemunculannya.

"Jadi pagi tadi kita ketahui terjadinya arcus dari laporan masyarakat. Karena dari satelit tidak terpantau. Yang terlihat hanya warna putih bersih, namun gumpalan hitamnya tidak terlihat," sebutnya.

Komentar

Loading...