Unduh Aplikasi

Masyarakat Buang Sampah Sembarang, Bupati Bener Meriah: Perlu Ada Edukasi Rutin

Masyarakat Buang Sampah Sembarang, Bupati Bener Meriah: Perlu Ada Edukasi Rutin
Tumpukan sampah di bawah jembatan di salah satu saluran air di kampung Paya Gajah, Rabu (15/1). Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

BENER MERIAH - Pembuangan sampah bukan pada tempatnya oleh sebagian masyarakat merupakan salah satu problem utama di kabupaten Bener Meriah. Pemerintah Bener Meriah melalui Dinas Lingkungan Hidup sebenarnya sudah menempatkan sejumlah bak sampah, baik di pasar maupun di beberapa lokasi strategis lainnya.

Dari pantauan AJNN, terdapat beberapa tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan. Salah satunya terdapat di sebuah jembatan yang berada tidak jauh dari rumah dinas salah satu pejabat kabupaten Bener Meriah.

Di lokasi tersebut sejumlah bungkusan plastik berisi sampah dibuang oleh oknum masyarakat ke dalam saluran air di bawah jembatan kecil yang masih berada dalam kawasan kampung Paya Gajah.

Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi kepada AJNN mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Bener Meriah sebenarnya sudah sering memberikan sosialisasi terkait pembuangan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat Bener Meriah. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup kepada sejumlah Reje, tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan.

Menurut Tgk Sarkawi, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tapi juga masyarakat.

"Perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarang menjadi problem tersendiri di daerah ini. Kita perlu memberikan edukasi yang kontinyu kepada masyarakat agar mereka bisa lebih cerdas dalam mengelola sampah," ujar Sarkawi kepada AJNN, Rabu (15/1/2020) usai menerima mahasiswa KKN Unsyiah di kantor Bupati Bener Meriah.

Lebih lanjut Tgk Sarkawi menyebutkan bahwa dirinya bahkan sengaja meminta kepada Rektor Unsyiah untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dilakukan di Bener Meriah, apalagi tema yang diambil untuk KKN kali ini adalah "Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup”.

Dengan tema ini pemerintah Bener Meriah berharap mahasiswa KKN dari Unsyiah bisa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa membuang sampah pada tempatnya.

Sementara itu Kadis Lingkungan Hidup Bener Meriah, Ishak kepada AJNN mengatakan bahwa pihaknya selama ini sudah berupaya maksimal dalam mengelola sampah di kabupaten penghasil kopi tersebut.

Ishak menyebutkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup sampai saat ini sudah menempatkan sejumlah kontainer sampah di sejumlah lokasi strategis, dengan 13 unit mobil truk pengangkut sampah yang dimiliki pihaknya, sampah bisa diangkut dan di buang ke lokasi pembuangan sementara yang berada di kampung Mangku, kecamatan Bandar.

Selain di Mangku, pemerintah kabupaten Bener Meriah menurut Ishak, juga sudah membangun lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah permanen di kampung Uber - Uber, kecamatan Mesidah. Untuk jangka panjang pemerintah Bener Meriah juga akan membangun pabrik pengolahan sampah menjadi pupuk kompos bekerja sama dengan pihak swasta dengan menggunakan teknologi modern. Tekhnologi ini sendiri menurut Ishak sudah dipakai oleh pemerintah Malaysia, Singapura dan Thailand.

"Saat ini kita lagi mencari lokasi yang tepat untuk pendirian pabrik tersebut. Dibutuhkan dua hektar tanah untuk pendirian pabrik ini" ungkap Ishak kepada AJNN.

Terkait tumpukan sampah di bawah jembatan yang lokasi dekat dengan rumah dinas pejabat, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Terima kasih kepada AJNN yang telah memberikan informasi ini, kita akan segera menindaklanjuti temuan ini," ujar Ishak di akhir wawancara dengan AJNN.

Komentar

Loading...