Unduh Aplikasi

Masyarakat Banda Aceh Diimbau Tidak Gelar Selebrasi Pergantian Tahun Masehi

Masyarakat Banda Aceh Diimbau Tidak Gelar Selebrasi Pergantian Tahun Masehi
Rapat Forkopimda Banda Aceh. Foto: Arman Konadi

BANDA ACEH - Forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh meminta masyarakat kota tidak menggelar peringatan malam tahun baru. Hal ini sama seperti yang dilaksanakan pada malam pergantian tahun di tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak ada yang berbeda. Masih seperti tahun- tahun sebelumnya. Di Banda Aceh tidak ada perayaan malam tahun baru," kata pelaksana tugas Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin Ishak, di sela-sela pembahasan pergantian tahun masehi, Selasa (6/12).

Larangan tersebut akan dituangkan Forkopimda Banda Aceh dengan mengeluarkan seruan bersama dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh. Selain Plt Walikota, seruan akan ditandatangani oleh Ketua DPRK Banda Aceh Arief Fadilah, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Mahesa Fitriadi, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin, dan Kajari Banda Aceh Husni Thamrin.

Dalam seruang itu, masyarakat diminta tidak menggelar kegiatan yang berkaitan dengan perayaan tahun baru, baik keagamaan seperti zikir dan tausiah apalagi hura-hura seperti pesta kembang api, tiup terompet, balapan liar dan kegiatan tidak bermanfaat lainnya.

Melalui seruan tersebut masyarakat diajak memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjaga ketertiban serta memperkuat perdamaian dan menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan perbuatan yang melanggar qanun tentang syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Sementara itu Kapolresta Banda Aceh mengimbau masyarakat menaati seruan bersama Forkopimda Banda Aceh. Ia juga meminta masyarakat mewaspadai berbagai aktifitas di lingkungannya dan segera melaporkan ke kepolisian. "Seruan inikan bukan hal yang baru, jadi saya harap untuk ditaati. Apalagi Aceh menerapkan syariat Islam," kata Saladin.

Komentar

Loading...