Masuk Puskesmas Dikutip Parkir, DPRK Langsa: Itu Melanggar Aturan

Masuk Puskesmas Dikutip Parkir, DPRK Langsa: Itu Melanggar Aturan
Ilustrasi Parkir. Foto: Radar Cirebon.

LANGSA - Wakil Ketua DPRK Langsa, Saifullah menegaskan bahwa pengutipan parkir di seluruh UPTD Puskesmas dalam wilayah Kota Langsa melanggar aturan yang ada.

"Puskesmas tidak dibenarkan menjadi objek restribusi parkir. Itu tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah," kata Saifullah kepada AJNN, Rabu (24/11/2021).

Penegasan tersebut disampaikan Saifullah sehubungan dengan adanya sebuah perusahaan yaitu CV. Trans Langsa menjadikan seluruh Puskesmas di Langsa sebagai objek parkir.

Dalam surat pemberitahuan pengelola parkir yang dikeluarkan CV. Trans Langsa, tarif yang diberlakukan untuk kenderaan roda dua Rp. 2.000 per-unit dan untuk kenderaan roda empat Rp. 3.000 per-unit.

Pada surat yang dikeluarkan 3 Juni 2021 tersebut disebutkan waktu parkir dimulai pukul 08.00 s/d 15.20 WIB. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan disetor ke masing-masing UPTD Puskemas.

Namun kata, Saifullah, menurut keterangan dari seluruh Kepala Puskemas bahwa mereka belum ada menerima sepersen pun PAD yang diserahkan oleh pihak CV. Trans Langsa.

Saifullah mengatakan, tadi di DPRK sudah digelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) antara dewan dengan pihak Dinas Kesehatan serta Dinas Perhubungan. Namun belum mendapatkan hasil maksimal.

"Besok kita selesaikan secara bijaksana, kita akan panggilkan semua intansi terkait," tambahnya.

Sementara itu, Direktur CV. Trans Langsa, Agus Setiawan yang dikonfirmasi AJNN membantah pengelolaan parkir yang dilakukan pihaknya di seluruh UPTD Puskesmas melanggar Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah.

"Objek perparkiran di Puskesmas sama dengan di RSUD. Dia termasuk dalam kategori parkir khusus, kalau hilang kenderaan kami tanggungjawab. Kami ada membuat permohonan kepada Dinas Kesehatan kemudian ada MoU juga," ujar Agus Setiawan yang akrab disapa Agus Mandor itu.

Terkait PAD hasil parkir di Puskesmas-puskesmas, lanjut Agus, bukan tidak disetor pihaknya. Namun bisnis parkir tersebut belum sampai akhir tahun.

"Pengelolaan parkir di Puskesmas baru berjalan selama tiga bulan dan kita sudah menanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan, jawabannya setor PAD dilakukan diakhir tahun, kalau mulainya dari Januari mungkin sudah bisa setor sebagian," sebut Agus.

"Pihak Dinas Kesehatan mau buat adendum terkait berapa yang harus disetor PAD dari setiap Puskesmas, karena hingga hari ini belum ada nominal berapa yang harus kami setorkan untuk PAD. Kalau misalnya malam ini diminta setor, malam ini bisa kita transfer memang uangnya sudah disiapkan," tambahnya.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini