INTERMEZO

Masuk Angin

Masuk Angin
ilustrasi: Pinterest/Raden Basoeki Abdullah

BUKAN karena Covid-19 Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan tim penyidik untuk memeriksa sejumlah orang di Banda Aceh. Apalagi tak mungkin bagi KPK memeriksa para calon tersangka menggunakan aplikasi zoom meeting yang kini jadi tren dan kelihatan keren.

Pemeriksaan tersangka di lokasi yang jauh dari markas KPK di Kuningan, Jakarta, dilakukan atas sejumlah pertimbangan. Seperti jumlah orang yang diperiksa. Dengan mengirimkan tim penyidik, uang negara juga tidak akan tekor untuk mengongkosi mereka yang diperiksa di Jakarta. 

Besok, penyidik KPK akan memeriksa sekitar 10 orang atau lebih untuk dimintai keterangan terkait pembelian Kapal Aceh Hebat, 1, 2 dan 3. Atas pertimbangan jumlah inilah, mungkin, KPK memutuskan untuk menggelar pemeriksaan di Banda Aceh. Gedung yang digunakan juga cukup layak; gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Aceh. 

Mereka yang akan menjalani pemeriksaan tidak perlu khawatir kepanasan karena ruang yang digunakan jelas berpendingin. Mungkin materi pemeriksaan, atau cara tim penyidik bertanya, membuat mereka gerah sehingga suhu 17 derajat celcius di ruangan mungkin terasa tak cukup dingin.

Kalaupun ada angkutan massal yang tergolong murah, seperti kereta api, mungkin saja pemeriksaan lanjutan akan digelar di Medan, Sumatera Utara. Tapi itu nanti, setelah penyidik menetapkan banyak tersangka karena kasus yang mereka tangani saat ini naik ke tahap penyidikan.

Pasti seru melihat para tersangka diborgol bersama-sama dan didudukkan di dalam gerbong kereta api, seperti yang KPK lakukan saat memeriksa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Malang. Seluruh gerbong akan diisi penumpang berseragam rompi oranye, lengkap dengan borgol di tangan masing-masing.

Baca Selanjutnya...
Halaman 123
Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini