Unduh Aplikasi

Demo PT. Arun ricuh

Massa Serahkan Paket BH dan CD warna Pink

LHOKSEUMAWE - Ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) kembali melakukan aksi unjukrasa. Kali ini, mereka menyerbu kantor Walikota Lhokseumawe, (21/10) dan dimulai sejak pukul 09:00 WIB.

Massa masih menuntut pihak PT. Arun LNG untuk merealisasikan janji-janjinya kepada warga di empat desa yang terkena penggusuran pada tahun 1974 silam.

Koordinator aksi Tri Juanda, dalam orasinya di hadapan ratusan masa IKBAL menuntut pihak PT. Pertamina, PT.Arun LNG, Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh segera merealisasikan tuntutan meraka.

"Kami butuh realisasi bukan janji," teriak massa disambut sorak sorai ratusan massa IKBAL.

Massa sampai pukul 17.00 Wib masih bertahan di depan kantor Walikota, dan meminta perwakilan dari pemerintah/walikota untuk menjumpai massa IKBAL.

“Kami membawa kado yang berisi Softex, lipstik, Bra dan celana dalam yang semuanya berwarna pink untuk di serahkan kepada walikota lhokseumawe,” Kata massa

Sesudah azan zuhur massa kembali meminta perwakilan dari pemerintah untuk menjumpai rakyatnya, akhirnya Sekdako Dasni Yuzar keluar menemui massa tersebut.

“Kami akan membawa aspirasi masa IKBAL dan mahasiswa kepemerintah Provinsi, karena kami disini tidak ada kewenagan dalam hal tersebut,” kata Dasni Yuzar

Massa tetap meminta Walikota untuk menemui mereka akan tetapi pak walikota sedang sakit, imbuh Sekdako. Akhir masa kembali mengamuk dan melemparkan kado tersebut kemuka Sekdako.

Aksi saling dorong antara para pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian tidak dapat di bendung, dikarenakan massa mau menerobos pintu masuk kantor Walikota, mengingat tuntutannya yang belum mendapatkan respon dari pihak pemkot setempat.

Amatan AJNN dilapangan, demo berlangsung ricuh. Salah seorang pendemo mengalami luka parah tapi masih bertahan di halaman kantor Walikota setempat. Kericuhan berawal saat mahasiswa dan masa tengah berdemo memaksa masuk ke dalam halaman kantor walikota lhokseumawe.

ratusan massa dan polisi tidak hanya saling dorong, tapi mereka juga saling pukul sehingga beberapa pendemo mengalami luka-luka.

Meski sempat dileraikan, duel masih terus berlanjut dan pendemo pun tetap memaksa memasuki halaman kantor wakil rakyat tersebut. Khawatir akan bertindak anarkhis, polisi pun melepaskan tembakan ke udara untuk meleraikan para pendemo.

Akhirnya polisi melakukan pagar betis di pintu masuk ke kantor untuk menghalau massa dari depan pintu masuk kantor walikota.

Massa yang berdemo terdiri dari Empat Gampong terdiri yaitu Blang Lancang Barat, Blang Lancang Timur, Rancung Barat dan Rancung Timur, sebanyak 542 Kepala Keluarga (KK) dengan ganti rugi 2 hektar lahan pertanian dan 1 unit rumah/KK nya yang mana janji tersebut sampai saat sekarang ini belum direalisasikan.


RAJALI

Komentar

Loading...