Unduh Aplikasi

Massa Pendukung Calon Bupati Pidie Jaya Rusuh di Kantor KIP

Massa Pendukung Calon Bupati Pidie Jaya Rusuh di Kantor KIP
Simulasi pengamanan Pilkada Pidie Jaya di kantor Bupati setempat

PIDIE JAYA - Massa pendukung salah satu pasangan calon Bupati Pidie Jaya bentrok dengan sejumlah personel Polres Pidie, Jumat (5/1). Kericuhan tersebut terjadi di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya. Pasalnya, ratusan simpatisan itu menilai KIP setempat mencurangi kandidat jagoan mereka.

Insiden itu pecah setelah emosi simpatisan tidak dapat dibendung. Personil polisi yang bejaga di kantor KIP coba meredam emosi massa, namun itu tak membuahkan hasil, sehingga polisi terpaksa memasang pagar betis untuk menghadang massa yang tersulut emosi.

Kerusuhan tersebut akhirnya dapat dibubarkan setelah ratusan polisi huru hara yang dibantu puluhan personil Brimob terjun kelokasi. Polisi juga menembakkan gas air mata ke kerumunan massa.

Peristiwa tersebut hanyalah simulasi pengamanan Pilkada Pidie Jaya 2018 yang berlangsung di halaman kantor Bupati Pidie Jaya.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK kepada AJNN mengatakan, simulasi itu dilakukan untuk pengamanan Pilkada Pidie Jaya 27 Juni mendatang.

Katanya, dalam simulasi tersebut melibatkan 251 personil Polres Pidie, BKO Brimob Polda Aceh 100 personil, 97 personil TNI, dan 540 Personil linmas.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi pembebasan sandera yang diperagakan oleh personil Brimob dan Gegana dalam menjinakkan bom.

"Kegiatan ini adalah gelar pasukan dan simulasi pengamanan pilkada serentak 2018," katanya.

AKBP Andy menambahkan, untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pidie Jaya, Polres Pidie mengerahkan anggota sebanyak 291 personil, dibantu 100 personil Brimob Polda Aceh dan diback up 90 TNI serta 410 Linmas untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemungutan dan perhitungan suara 27 Juni 2018 mendatang.

"Kita mengharapakan dan menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan Pilkada. Dan pendukung masing-masing Paslon agar merebut simpati masyarakat tidak dengan cara-cara yang melanggar hukum," harap Kapolres Pidie.

Komentar

Loading...