Unduh Aplikasi

Masker dan Keengganan Kita

Masker dan Keengganan Kita
ilustrasi: anny cook

PENERAPAN aturan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Banda Aceh perlu segera dilaksanakan secara konsisten. Terutama di saat angka penularan covid-19 di Aceh, khususnya Banda Aceh, terus meningkat.

Kemarin, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin dinyatakan mengidap covid-19. Di hari yang sama, gugus tugas penanganan covid-19 Aceh mengungkapkan 23 kasus dari 50 kasus yang positif covid-19 berasal dari Banda Aceh.

Salah satu cara yang masih diyakini efektif mencegah penularan corona adalah dengan mengenakan masker. Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri telah mewajibkan seluruh warga yang berada di Banda Aceh untuk menggunakan masker.

Aturan ini resmi berlaku Sabtu, 16 Mei 2020, seiring dengan keluarnya Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Namun hingga saat ini, aturan itu tidak dijalankan sepenuh hati. Bahkan di saat kurva penyebaran melonjak, ada saja anggota masyarakat yang mengabaikan urgensi mengenakan masker, dan menjalankan protokol kesehatan lain. Jumlah mereka pun banyak.

Mendorong masyarakat untuk tetap disiplin mengenakan memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi mulai muncul sikap apatis dan masa bodo. Namun hal ini hendaknya tidak jadi alasan bagi pemerintah kota untuk menegakkan aturan. Hanya dengan penegakan aturan, masyarakat akan terbiasa menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Di saat yang sama, pemerintah kota juga hendaknya mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, baik di ruang tertutup maupun terbuka. Ingat, kita belum benar-benar aman dari penularan covid-19. Tidak hingga vaksinnya ditemukan.

Komentar

Loading...