Unduh Aplikasi

Balai di Samalanga Dibakar, Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Usut Tuntas

Balai di Samalanga Dibakar, Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Usut Tuntas
Foto: Sangpencerah.id

BANDA ACEH - Pemuda Muhammadiya Aceh mengecam pengrusakan dan pembakaran areal lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Gampong Sangso Samalanga Bireuen. Selasa, (17/10), sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah dalam rilisnya mengatakan peristiwa itu memalukan dan menciderai ukhuwah internal umat Islam.

"Kami atas nama Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh mengutuk keras peristiwa ini dan meminta pihak keamanan mengusut dan menindak para pelanggar hukum ini," tegas Munawar Syah.

Dikatakan Munawar, berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Samalanga, bahwa pada pagi hari Selasa, warga dan pengurus Muhammadiyah bergotong royong membangun tiang-tiang masjid Taqwa Samalanga yang berlokasi di Gampong Sangso.

"Lalu bakda Isya terjadi pembakaran areal tapak masjid dan balai pengajian yang berada di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga," katanya.

Menurutnya, tindakan tersebut oleh orang-orang intoleran dan krisis akhlaq yang tega merusak dan membakar tiang-tiang masjid rumah Allah dan balai pengajian saudara muslimnya.

Sepengetahuan Munawar, rencana dan proses pembangunan masjid itu sudah sejak tiga tahun lalu, dimulai dengan pembebasan tanah 2700m secara wakaf tunai oleh jamaah pengajian dan warga Muhammadiyah Samalanga dan Bireun, pengurusan sertifikat tanah atas nama Persyarikatan Muhammadiyah, pengurusan IMB, pembuatan talut dan jalan menuju lokasi lahan mesjid, pembersihan lahan, sampai pembuatan arah kiblat oleh Kemenag Bireuen sudah dilakukan.

"Selama proses itu tidak terjadi masalah apa-apa. Penghalangan dan penentangan mulai tampak ketika akan dilaksankan peletakan batu pertama pembangunan oleh Prof. Din Syamsuddin pada saat Idul Adha kemarin, ada kelompok yang menentang dan menghalangi pembangunan masjid dengan menyebut dirinya sebagai Aswaja," jelas Munawar.

Namun menurut Munawar mereka sesungguhnya hanyalah beberapa oknum masyarakat yang krisis akhlaqnya, bersikap intoleran lalu memprovokasi masyarakat lainnya.

Atas peristiwa itu, Pemuda Muhammadiyah Aceh meminta Kapolda Aceh dan aparat keamanan di Bireun untuk mengusut tuntas pelaku perusakan pembakaran ini dan hukum ditegakkan.

Munawar menghimbau Angkatan Muda Muhammadiyah Bireun dan Anggota warga Muhammadiyah Bireun untuk tetap bersabar, tenang dan selalu mengedepankan penyelesaian peristiwa pembakaran ini secara bermartabat.

"Kita sangat tidak sepakat dengan prilaku intoleran, kita juga tidak bisa membiarkan kesewenang-wenangan ini, tetapi kita tetap dapat santun menyelesaikan dengan mengedepankan ukhuwah," katanya

Komentar

Loading...