Unduh Aplikasi

Masih Ada Objek Wisata Banda Aceh Terabaikan

Masih Ada Objek Wisata Banda Aceh Terabaikan
Dprk
BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Kota ( DPRK) Banda Aceh Ramza Harli, SE, menyampaikan masih ada objek wisata yang terabaikan oleh Pemko Banda Aceh. Menurutnya padahal jika dirawat dapat meningkatkan daya minat pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Ramza Harli dalam rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum dan saran setiap komisi terhadap Rancangan Qanun (Raqan) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Perubahan (APBK-P) 2015. Selasa (06/10) di Banda Aceh

"Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Walikota Banda Aceh yaitu pariwisata islami, untuk sementara masih ada objek wisata yang harus diperhatikan Pemko, selama ini belum dipugar dan belum tersentuh sama sekali yaitu kapal KPMP," ucap politisi Fraksi PKS itu.

Ramza menjelaskan, keberadaan objek wisata tersebut terletak di Gampong Punge Blangcut, masing-masing dua unit kapal peninggalan tsunami selain PLTA Apung, berjarak sekitar 100 meter dari PLTD apung, kapal tersebut dibiarkan terbengkalai seperti itu.

"Selama 11 tahun semenjak terjadi Tsunami, sampai sekarang kapal tersebut dibiarkan terbengkalai, jika dibiarkan keberadaan kapal tersebut akan mengangu si pemilik tanah," ucapnya.

Lebih lanjut Ramza menjelaskan. Sebelumnya kepal tersebut sudah mau dipindahkan waktu itu, tapi warga setempat ingin mempertahankan karena itu merupakan peningalan tsunami dan sangat langka, akhirnya mengajukan permohonan kepada Pemko agar bagaimana caranya lokasi tersebut dipugar, agar kemegahan PLTD apung ini bertambah. tapi sampai sekarang belum ada dukungan dari Pemko.

"Ini akan merugikan warga jika dibiarkan terbengkalai, dan juga kalau dipugar juga akan membanggakan bagi kita, objek wisata islami yang dicita-citakan Pemko dengan adanya kapal langka tersebut akan bertambah nilai daya pariwisata," tutur Ramza Harli

Sementara itu, Ismawardi dari Fraksi Partai Amanat Nasional, saat mengutarakan pendapatnya mengatakan. Walikota Banda Aceh sudah mencanangkan kota Banda Aceh sebagai wisata islami dunia, oleh karena itu dirinya menyarankan agar segera memaksimalkan tempat tempat pariwisata di Banda Aceh.

"Oleh karena itu kita menyarankan agar Pemko segera merawat situs - situs sejarah dan memaksimalkan lampu penerang dan tempat tempat umum sebagai ikon pariwisata," kata Imawardi.

HENDRA KA

Komentar

Loading...