Unduh Aplikasi

Masalah Proyek, Pejabat Dispora Aceh Cekcok dengan Rekanan

Masalah Proyek, Pejabat Dispora Aceh Cekcok dengan Rekanan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Cekcok mulut hingga berujung pada pelemparan botol air mineral terjadi antara rekanan dengan salah seorang pejabat eselon IV di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, pada Selasa (22/10) kemarin.

Sayuti, rekanan yang terlibat keributan mengatakan kejadian itu dipicu permasalahan proyek. Menurutnya, kejadian itu berawal ketika dirinya bersama seorang temannya bernama Firdaus, menemui Syahrial Fauzar, yang merupakan Kasi Pengadaan Sarana dan Prasarana di instansi tersebut.

Kedatangannya ke Dispora Aceh, untuk menanyakan kejelasan terkait proyek Penunjukan Langsung (PL) pengerjaan lapangan sepak bola di Desa Lampoh Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, yang telah dibuatkan kontrak kerjanya. Namun saat itu, jawab Fauzan-sapaan Syahrial Fauzan-proyek-proyek itu sudah dibatalkan.

"Jadi sebelumnya, kami sudah masukkan perusahaan dan dibuatkan kontrak. Lalu terjadi pelantikan kadis baru, kemudian (proyek itu) dibatalkan sepihak, diganti dengan rekanan lain dengan alasan instruksi kadis baru," kata Sayuti kepada AJNN, Kamis (24/10).

Menurutnya, pengerjaan paket PL itu memang sempat terhambat karena SK Dana Hibah, yang menjadi sumber pendanaan proyek-proyek tersebut belum ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Kemudian, ia memperoleh informasi bahwa SK Dana Hibah itu sudah ditandatangani. Dengan demikian, seharusnya ia sudah bisa memulai pekerjaan yang sempat tersendat. Namun, saat dirinya tiba di Dispora, ia malah mendapatkan informasi bahwa paket pekerjaan itu sudah dibatalkan. Hal itu membuat dirinya geram.

"Kami ke Dispora cuma menanyakan kontrak kami. Tapi saat itu ia (Fauzan) kembali bertanya kontrak apa, coba kamu baca di list punya siapa itu proyek katanya. Si Fauzan itu seperti pura-pura nggak kenal lagi," ungkap Sayuti.

Saat Kadispora Aceh masih dijabat Darmansyah, ia pernah mendaftarkan perusahaan miliknya untuk menjadi rekanan di Dispora Aceh. Setelah itu, kemudian perusahaannya didaftarkan dalam list rekanan dan ditandatangani oleh Darmansyah.

"Itulah yang diubah sama Fauzan, dengan alasan sudah ada kadis baru," kata Sayuti geram.

Bahkan, kata Sayuti, temannya Firdaus sudah sempat menyerahkan uang senilai Rp 2,5 juta untuk keperluan pembuatan kontrak kerja atas pekerjaan lapangan bola di Pidie Jaya kepada Fauzan. Namun, ia mengakui dirinya belum menyerahkan uang tersebut dengan alasan menunggu hingga SK Hibah itu selesai ditandatangani.

Sebutnya lagi, saat itu Fauzan sempat mengembalikan uang kontrak yang sudah diserahkan sejak Juli 2019 lalu kepada temannya. Tindakan itu membuatnya tidak terima, dan terjadilah keributan di lantai 2 tepatnya di depan ruangan kadis.

Dirinya semakin naik pitam saat mendapatkan informasi bahwa paket pekerjaan yang dulunya sempat diberikan kepada mereka dan sudah memiliki kontrak, ternyata dialihkan kepada salah seorang kerabat dari Fauzan.

"Sempat terjadi keributan dan lempar-lempar botol dan seluruh karyawan (pegawai) disitu keluar ruangan. Itu terjadi di lantai 2 di depan ruangan Pak Kadis. Kami emosi karena tindakannya itu terkesan meremehkan kami," ujarnya.

"Silahkan datang ke Dispora Aceh, disitu ada puluhan kontraktor yang mengalami nasib serupa dan mereka mencari yang namanya Fauzan," ujar Sayuti.

Komentar

Loading...