Unduh Aplikasi

Masa Kontrak Habis, Jembatan Pangwa Belum Rampung Dikerjakan

Masa Kontrak Habis, Jembatan Pangwa Belum Rampung Dikerjakan
Proses pembangunan Jembatan Pangwa yakni jembatan penghubung antara Kecamatan Trienggadeng dengan Kecamatan Meureudu. Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA - Pembangunan kembali jembatan penghubung antara Kecamatan Trienggadeng dengan Kecamatan Meureudu hingga kini belum rampung dikerjakan. Padahal sesuai kontrak, jembatan tersebut harus siap dikerjakan 210 hari terhitung mulai tanggal 29 Desember 2017. Namun hingga masa kontrak berakhir pada 29 Juli 2018, jembatan tersebut baru rampung sekitar 41 persen, sehingga PT Zarnita Abadi yang mengerjakan jembatan dengan nilai kontrak Rp 10.995.440.000 itu mendapat penambahan waktu dua bulan terhitung mulai berakhirnya kontrak.

“Akan ada penambahan waktu sekitar dua bulan lagi, diperkirakan bulan Oktober jembatan itu akan rampung,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Al Kausar beberapa waktu lalu.

Mengacu pada kelender masehi, tentu saja waktu dua bulan yang diberikan kepada PT Zarnita Abadi telah berakhir terhitung sejak tanggal 29 September 2018. Namun hingga saat ini, pantauan AJNN di lokasi, jembatan yang rusak akibat diguncang gempa 7 Desember 2016 lalu itu belum rampung dibangun.

Papan pengumuman kontrak jembatan penghubung antara Kecamatan Trienggadeng dengan Kecamatan Meureudu. Foto: Muksalmina

Penelusuran AJNN, PT Zarnita Abadi masuk dalam rekomendasi daftar hitam inspektorat terkait pekerjaan pembangunan jembatan Sikalodang di Kota Subulussalam dengan sumber dana Otonomi Khusus Aceh.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, M Nasir mengatakan pembangunan kembali jembatan tersebut sepenuhnya tanggung jawab BPBA. Namun lanjutnya, dana rehab rekon pasca gempa Pidie Jaya untuk tiga kabupaten, yakni Pidie, Pidie Jaya dan Bireun diperpanjang hingga 31 Desember 2018.

Baca: Proyek Pembangunan Jembatan di Pijay Terlantar, Ekonomi Warga Lumpuh

“Jembatan tersebut juga mengunakan dana rehab rekon pasca gempa, dan anggaran rehab rekon diperpanjang hingga akhir Desember 2018. Terkait progress jembatan tersebut silahkan minta tanggapan langsung sama BPBA, Pidie Jaya hanya penerima manfaat,” kata M Nasir.

PT Zarnita Abadi masuk daftra hitam LKPP. Foto: Ist

Sementara itu, Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dedek yang dihubungi AJNN mengatakan, progres pembangunan jembatan tersebut telah siap sekitar 93 persen. Saat ini lanjutnya, pembangunan jembatan tinggal pengerjaan oprit dan pengaspalan.

“Jembatan di Pidie Jaya itu progresnya sudah 93 persen,” jelasnya.

Teuku Ahmad Dedek mengakui kalau pembangunan jembatan tersebut tidak rampung sesuai kontrak dan tambahan kontrak yang telah diberikan kepada PT Zarnita Abadi. Dari itu, sambungnya, PT Zarnita Abadi akan dikenakan denda akibat keterlambatan pembangunan jembatan tersebut.

“Ia benar pembagunan jembatan itu tidak rampung sesuai kontrak. Mereka (kontraktor) akan kena denda akibat keterlambatan ini. Namun untuk anggaran rehab rekon kami masih ada waktu hingga 31 Desember 2018,” tegas Teuku Ahmad Dedek.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...