Unduh Aplikasi

Marniati dan Adnan Beuransyah Gugat KIP Banda Aceh

Marniati dan Adnan Beuransyah Gugat KIP Banda Aceh
Marniati dan Adnan Beuransyah.

BANDA ACEH - Dua bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh yang maju dari jalur perseorangan, Marniati-Amiruddin Usman Daroy dengan pasangan Adnan Beuransyah-Umar Rafsanjani menggugat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat.

Gugatan tersebut disampaikan kedua pasangan calon itu setelah mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi calon Wali Kota Banda Aceh oleh penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat, Senin (24/10) lalu.

Baca: Marniati dan Adnan Beuransyah Gagal Bertarung di Pilkada Banda Aceh

Dalam gugatannya, Selasa (1/11), Marniati-Amiruddin Usman Daroy melalui kuasa hukum mereka M Syafi'i Saragih meminta agar KIP Banda Aceh memberikan tambahan waktu selama tiga hari untuk dilakukan proses perbaikan dukungan kembali, jika kesempatan tersebut diberikan maka pihaknya memastikan dapat mengumpulkan kekurangan jumlah Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan yang diminta.

"Kami harapkan permohonan ini dapat dikabulkan dan Marniati-Amiruddin Usman Daroy ditetapkan sebagai pasangan calon," kata kuasa hukum Marniati, M Syaf'i Saragih.

Selain itu, Marniati juga meminta panwaslih dapat meninjau ulang terkait penetapan pasangan calon dan juga meninjau kembali hasil verifikasi kartu tanda penduduk (KTP) dukungan yang telah dilakukan oleh KIP Banda Aceh. Pasalnya selama proses berlangsung verifikasi, pihaknya menilai banyak kejanggalan seperti terlambatnya pemberian berkas pasangan calon kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan beberapa lainnya, serta keadaan cuaca yang kurang baik kala itu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Muhammad Heikal Daudy tersebut tidak membuahkan hasil, dan akan kembali dilakukan persidangan lanjutan besok, Rabu (2/11).

Sementara itu, pasangan Adnan Beuransyah-Umar Rafsanjani telah menjalani sidang gugatan di kantor Panwaslih Banda Aceh, Senin (31/10) kemarin. Dalam persidangannya, Adnan Beuransyah merasa dirugikan dengan cara kerja KIP Banda Aceh yang diduga tidak memenuhi prosedur dalam menjalankan tahapan pemilu. Maka dari hal tersebut pihaknya menyampaikan gugatan kepada Panwaslih. Dimana dinilai sudah mengganjal calon perseorangan untuk bertarung pada pilkada 2017 mendatang.

Dalam sidang gugatan tersebut, seluruh pihak termohon hadir baik Ketua KIP Banda Aceh Munawar Syah, maupun komisioner KIP.

Komentar

Loading...