Unduh Aplikasi

Maraknya Kasus Kekerasan Seksual, DPRA: Kalau Qanun Belum Sesuai, Ayo Kita Revisi

Maraknya Kasus Kekerasan Seksual, DPRA: Kalau Qanun Belum Sesuai, Ayo Kita Revisi
Ilustrasi. Foto: IST

BANDA ACEH -Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh masih tinggi. Menurut Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M.Rizal Ralevi Kirani disebabkan karena,  mungkin qanun Aceh masih kurang kompetibel (Belum sesuai) dalam menghukum pelaku.

Untuk itu, jika qanun Aceh masih kurang kompetibel dalam menghukum pelaku, ia mengajak semua pihak untuk merevisi bersama qanun tersebut.

"Qanunnya kalau tidak kompetibel lagi, ayo kita revisi," kata Rizal kepada wartawan di Hotel Kyriad  Muraya Banda Aceh, Selasa (22/12).

Ia mengatakan, pihaknya di DPRA menunggu hal tersebut. Selain itu kata Rizal, ia meminta kepada pemerintah terkhusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, agar duduk bersama membahas prioritas kasus kekerasan dan pelecehan seksual ini.

Lanjutnya, DPRA juga sangat mendorong diberlakukan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku kekerasan dan pelecehan seksual ini.

Sampai saat juga kata Rizal, DPRA sudah melakukan rapat dengan Badan legislatif (Banleg) untuk mendorong qanun tentang kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak masuk dalam prolega 2021.

"Kalau misalnya Pemerintah Aceh tidak siap, kita di Komisi V siap mengusulkan untuk menjadi prioritas revisi qanun itu," pungkasnya.

|INDRA WIJAYA

Komentar

Loading...