Unduh Aplikasi

Mantan Kombatan GAM Wilayah Linge, Teungku Saifullah akan Berobat Intensif di Banda Aceh

Mantan Kombatan GAM Wilayah Linge, Teungku Saifullah akan Berobat Intensif di Banda Aceh
Mantan Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima saat mendampingi Teungku Saifulah berobat. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam.

BANDA ACEH - Setelah sekian lama menderita sakit yang lumayan parah di bagian kaki akibat kecelakaan saat bekerja, akhirnya Teungku Saifullah (45) mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Linge, mau berobat ke Banda Aceh. 

Teungku Saiful alias Pang Pitri, yang setelah GAM dan Pemerintah Indonesia damai, bekerja sebagai Muge ikan (Pedagang ikan). Namun sudah sepuluh bulan terakhir dirinya tidak bisa lagi bekerja, karena kakinya mengalami infeksi berat pada bagian pergelangan kaki sebelah kanan yang mengalami infeksi usai kecelakaan.

Sebelumnya kaki Teungku Saiful sudah sempat ditangani oleh dokter. Bahkan kakinya dipasang pen dan gips agar bisa kembali pulih seperti semula. Akan tetapi karena keterbatasan biaya menyebabkan Syaiful sakit kembali.

Kondisi Teungku Saiful yang saat ini menetap di Bener Ayu, kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah tersebut, terdengar oleh mantan Panglima GAM Wilayah Linge, Tgk Fauzan Azima, yang dikalangan Kombatan, akrab disapa Ama Gajah. 

"Saya meminta teman-teman menghubungi Ama (Fauzan Azima) untuk memberitahukan kondisi saya," ungkap Tengku Saiful didampingi aktivis sosial, Aipda Fahmi kepada AJNN, Rabu (3/2/2021) di Banda Aceh.

Teungku Fauzan langsung meminta Teungku Saiful untuk berobat ke Banda Aceh, agar luka pada kakinya, yang sudah mulai membusuk tersebut bisa segera ditangani dengan baik. Bahkan untuk sementara Teungku Fauzan bersama-sama masyarakat yang peduli menanggung biaya pengobatan dan biaya hidup Saiful dan pendamping serta keluarga yang ditinggalkan di Bener Meriah.

Keberangkatan Teungku Saiful ke Banda Aceh ditemani beberapa pendamping, salah satunya Muzakir alias Gubernur Jeumpa dan anaknya Edi Syahputra yang sudah putus sekolah karena tidak ada biaya. 

Sekitar pukul 10.00 WIB, usai diperiksa oleh seorang relawan medis, Ners Mirza (Ahli perawatan luka) dan menghubungi Dokter Spesialis Bedah Tulang (Ortopedi), dr Nanta Aulia, Sp.Ot, akhirnya suami dari Wardiah (35) tersebut diminta oleh dokter Nanta untuk difoto Rontgen. Besok sorenya direncanakan Saiful akan diperiksa secara lebih mendalam terkait kondisi kakinya untuk tindakan selanjutnya.

Saat tiba di penginapan di kawasan Kuta Alam Banda Aceh, Saiful kepada AJNN kembali bercerita mengapa kondisi kakinya bisa sampai mengalami infeksi berat.

Kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya terjadi pada hari Rabu 18 Maret 2020. Saat itu pada pukul 06.00 WIB, dia berangkat dari Simpang Balek dan berencana mau mengambil ikan di Bireuen.

"Saat itu, pas sampai di KM 29 saya terjatuh. Saya ditolong oleh masyarakat di lokasi kejadian," ujar Teungku Saiful.

Kemudian Tengku Saiful dibawa ke rumah sakit BMC Juli. tapi karena tidak ada dokter spesialis tulang maka akhirnya dirujuk ke Hospital Jeumpa di daerah Cot Gapu.

Menurutnya, pengobatan yang dilakukan oleh pihak medis sudah sangat baik. Namun selama ini, karena kendala ekonomi, maka untuk membeli obat tidak ada uang, sehingga kondisi kakinya makin memburuk dan mengalami infeksi parah.

"Kadangkala obat yang harganya mahal cuma bisa saya beli dengan seperempatnya atau 10 persen. Jadi saya berobat seadanya saja," ujar Teungku Saiful dengan ekspresi wajah sedih.

"Kemarin setelah terhubung dengan Panglima. Jam 11.00 WIB, saya berangkat dari rumah dan sampai di Bireuen bertemu dengan bang Muzakir lalu pada pukul 02.00 WIB saya langsung berangkat ke Banda Aceh dan akhirnya pukul 06.00 WIB saya sampai di sini," ungkapnya.

Ayah dari empat orang anak tersebut mengatakan bahwa hubungan dirinya Tengku Fauzan Azima selaku mantan Panglima GAM Wilayah Linge sangat baik dan akrab. Tapi menurut Teungku Saiful, Fauzan selama ini tidak mengetahui kalau kondisi dirinya sebegitu parah.

"Saya dan Ama satu kelompok perjuangan yaitu Pasukan daerah 3 dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Linge. Saya sangat berterima kasih kepada Ama Gajah, karena telah membantu dan tidak lupa dengan teman seperjuangan," ujar Saiful terharu.

Sementara itu Tengku Fauzan Azima kepada AJNN mengungkapkan bahwa selama ini selalu ada kabar bahwa dirinya sebagai mantan panglima tidak peduli dengan nasib rekan seperjuangan. Namun menurutnya hal itu tidak benar. Selama ini antara dia dengan sejumlah rekan Kombatan terkendala komunikasi dan jarak. Sehingga beredar kabar bahwa dia tidak peduli kepada mantan Kombatan GAM.

Teungku Saifullah (Memegang Senjata) saat masih bergerilya bersama Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima (Ama Gajah).  Foto: IST.

"Saya tidak ingin itu terjadi lagi, makanya saat ada informasi seperti ini langsung kita tangani," ujar Teungku Fauzan Azima.

Fauzan mengatakan bahwa kalau hanya berharap dari organisasi, agak sedikit  terkendala, karena mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Jadi kita bantu secara pribadi dan mengajak masyarakat yang peduli karena urusan sakit ini tidak boleh saling harap mengharap," katanya.

Inisiatif dirinya dan masyarakat peduli membawa Tengku Saifullah ke Banda Aceh selain sebagai tanggung jawab, juga sebagai upaya agar hal ini tidak dipolitisasi.

"Hubungan saya sama Tengku Saifullah lumayan dekat. Menjelang damai GAM dan Indonesia, saya sempat sampai enam bulan bersama Teungku Saiful. Dulu Teungku Saiful juga pernah tertembak di betis saat masih di hutan," ungkapnya.

"Dalam perjalanannya, setelah damai Tengku Saiful menjadi Muge (pedagang ikan). Kemudian beliau mengalami musibah. Untuk membeli obat tentu saja membutuhkan uang. Namun karena keterbatasan keuangan, maka obat paten yang seharusnya harganya Rp400 ribu, hanya bisa membeli obat biasa seharga Rp 14 ribu," ungkap Tengku Fauzan menirukan keluhan Tengku Saiful.

Akibat perawatan yang tidak maksimal tersebut akhirnya kaki Saiful terlihat makin memburuk (Infeksi parah).

Selama kurun waktu musibah itu Fauzan dan Saiful tidak ada komunikasi. Selama ini Fauzan tahu Saiful mengalami kecelakaan, tapi dirinya tidak menduga kalau kondisinya separah itu. 

"Setelah muncul di media sosial, maka saya paksa beliau untuk berangkat ke Banda Aceh dan saya bantu memfasilitasi berobat di sini," imbuh Tengku Fauzan.

Saya memastikan, semua biaya pengobatan dan biaya hidup saudara Saiful selama berobat di Banda Aceh akan diupayakan bersama, termasuk kebutuhan anak yang di tinggalkan mereka. Tapi kalau ada donasi, kita tentu saja bersyukur," pungkas Teungku Fauzan.

Komentar

Loading...