Unduh Aplikasi

PROYEK PEMBANGUNAN ONKOLOGI RSUDZA

Mantan Ketua DPRA: Saya Tidak Teken Kesepakatan Bersama

Mantan Ketua DPRA: Saya Tidak Teken Kesepakatan Bersama
Ketua DPRA Tgk Muharuddin. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Muharuddin mengaku sudah tidak mengingat lagi perihal kesepakatan bersama proyek multiyears pembangunan gedung Onkologi Center di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUDZA).

Namun, Muharuddin mengakui kalau dirinya tidak menandatangani kesepakatan bersama tersebut.

"Tidak ingat lagi, seingat saya memang tidak saya teken. Apakah saya tidak ada di tempat, juga tidak ingat lagi," kata Tgk Muharuddin saat dikonfirmasi AJNN, Rabu (13/11).

Muharuddin menyampaikan, terkait proyek multiyears secara umum memang harus ada kesepakatan bersama dengan DPRA. Karena itu, ia menyarankan agar mengecek dokumen itu ke DPRA.

"Itu lah coba dilihat, saya tidak ingat lagi itu. Dicek dokumen ke DPRA," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, proyek onkologi itu disepakati menggunakan sistem anggaran multiyears (tahun jamak). Namun, kegiatan itu belum memiliki persetujuan dari DPRA, melainkan hanya izin prinsip dari pimpinan dewan sebelumnya.

Baca: Jubir: Kontrak Pembangunan Onkologi RSUDZA Sudah Ada Persetujuan Bersama

"Berdasarkan informasi yang diperoleh GeRAK Aceh, program multiyears untuk proyek onkologi center di RSUDZA belum mendapatkan persetujuan bersama DPRA, yang ada hanya izin prinsip dari mantan anggota DPRA sebelumnya," kata Askhalani kepada AJNN, Selasa (12/11).

Pemerintah Aceh membantah, Juru Bicara Saifullah Abdul Gani mengatakan, kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dan DPRA tentang pekerjaan pembangunan dan pengawasan beberapa proyek melalui Penganggaran Tahun Jamak (Multi Years) Tahun Anggaran 2019-2021 ditandatangani kedua pihak pada tanggal 28 November 2018.

Kesepakatan tersebut, kata SAG, diteken Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Aceh, bersama Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan, dan Wakil Ketua DPRA Dailimi, sebagai pimpinan DPRA yang bertindak untuk dan atas nama DPRA.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA sebelumnya, Teuku Irwan Djohan hingga berita ini diunggah belum menjawab panggilan telepon.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...