Unduh Aplikasi

Mantan karyawan: aneh sistem manajemen kebun kelapa sawit di Simeulue

SIMEULUE - Sistem manajemen yang tumpang tindih antara Pemkab Simeulue dan pihak ketiga PT Kasama Ganda, sebagai pengelolah kebun kelapa sawit PDKS, kembali disorot oleh mantan karyawannya.

Hal itu dijelaskan Mantan staf Humas kebun kelapa sawit Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue, Indra BN, yang ditemui AJNN.Net. Minggu (23/2) petang.

"Saat Ini sangat aneh, sistim manajemen dan pengolahan kebun kelapa sawit PDKS diduga terjadi konspirasi kepentingan, tidak transparansi kepada publik antara PT Kasama Ganda dan Pemkab Simeulue", kata Indra.

Seharusnya, kata Indra BN, harus jelas kontrak kerjasama MOU antara PT Kasama Ganda dan Pemkab Simeulue. Berapa lama dan apa saja Investasi dan kontribusi PT Kasama Ganda. Sebab kebun kelapa sawit tersebut, merupakan milik Rakyat Simeulue.

Masih menurut Indra BN, yang perna bekerja di kebun kelapa sawit PDKS, sejak tahun 2003-2012. Setelah diswastakan kepada pihak PT Kasama Ganda. Kenapa pihak Pemkab Simeulue masih menggelontorkan anggaran hampir Rp27 miliar untuk kebun plat merah tersebut.

"Kebun kelapa sawit, sudah diserahlan kepada PT Kasama Ganda, kenapa Pemkab Simeulue, masih menganggarkan dana hampir Rp27 miliar. Sangat membingungkan kita semua, termasuk KSO yang selama ini tidak perna terjawab," imbuh Indra.

Padahal tutur Indra, hadirnya kebun kelapa sawit PDKS tersebut, cikal bakal asset, pendukung Kabupaten definitif Simeulue, pasca 'pisah ranjang' dengan Kabupaten Aceh Barat tahun 1999 lalu.

Kebun kelapa sawit PDKS pada waktu itu, juga telah menyerap dan meyelamatkan dari pancakelik hampir seribuan warga Simeulue, yang bekerja di dua lokasi kebun kelapa sawit PDKS, di pegunungan Kecamatan Teluk Dalam dan Kecamatan Teupah Selatan.

Sebelumnya, kebun plat merah, milik Pemerintah Kabupaten Simeulue. Sempat dibekukan, dan kembali diswastakan awal tahun 2013, kepada PT Kasama Ganda.

Kebun kelapa sawit PDKS seluas 5.000 hektar di dua lokasi, pegunungan Kecamatan Teupah Selatan dan Teluk Dalam, telah menyerap anggaran Rp227 miliar, sejak tahun 2002 lalu.

Selain itu, saat ini kebun kelapa sawit sedang dikelolah pihak Swasta. Pemerintah Kabupaten Simeulue, telah membentuk dan melantik, Badan pengawas kebun kelapa sawit PDKS, Selasa (18/2) lalu.

Adapun yang dilantik, sebagai Ketua, yakni Novian SE. Kemudian Sekretaris Agam Becu dan Joharman, sebagai anggota. Dengan masa tugas, minimal tiga tahun dan maksimal 5 tahun.

AHMADI
Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...