Unduh Aplikasi

Mantan Inong Balei di Pidie Jaya Masih Terbelenggu Kemiskinan

Mantan Inong Balei di Pidie Jaya Masih Terbelenggu Kemiskinan

PIDIE JAYA- Mantan pasukan Inong Balei Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hanisah (39) warga Cubo Kayee Jatoe, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, hingga kini belum mendapat bantuan apapun, baik dari pemerintah Aceh sendiri maupun dari Komite Peralihan Aceh (KPA).

Wanita yang pernah menyelesaikan pelatihan GAM gelombang pertama tahun 1998 silam itu, masih terbelenggu kemiskinan.

"Bahkan sebagai masyarakat miskin, saya juga belum mendapat bantuan apapun," ujar Hanisah kepada AJNN, Selas (22/11).

Dikatakannya, 11 tahun sudah perdamaian RI dan GAM, ia baru mendapat bantuan sebesar Rp 400 ribu, itupun untuk dua kali megang lebaran.

"Dua kali mengang lebaran baru Rp 400 ribu, itupun karena saya pergi mengemis pada salah seorang petinggi KPA Pidie Jaya," kenangnya.

Hanisah bersama suami serta tiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga kini masih menempati rumah saudara dari orang tuanya.

"Rumah ini punya saudara saya, kalau mereka pulang dan menetap di gampong, kami tidak tau harus tinggal dimana. Kalau rumah peninggalan orang tua saya sekarang didiami kakak saya, rumahnyapun kecil dan tidak layak dihuni dua kepala keluarga," ujarnya.

Hanisah sekarang tidak berharap bantuan untuk dirinya sebagai salah seorang mantan Inong Balei GAM. Tapi ia hanya berharap bantuan dari pemerintah kabupaten setempat sebagai salah seorang warga miskin.

Nasib baik belum berpihak kepadanya. Nama Hanisah tak tercamtum dalam daftar penerima rumah dhuafa dari pemerintah.

"Saya hanya berharap bantuan rumah dhuafa, sebagaimana yang didapatkan orang lain yang lebih kaya dari pada saya. Hanya itu harapan saya," ujar Hanisah.

Untuk menompang kehidupan keluarganya, Hanisah membuka kios di depan rumah yang dia tempati, dengan modal yang dipinjamkan orang lain kepadanya. Sedangkan, Murdani (36)--suami dari Hanisah sehari-hari bekerja sebagai pekerja upahan.

Komentar

Loading...