Unduh Aplikasi

Mantan gangguan jiwa jadi pengrajin tangan

ACEH BARAT DAYA - Sebanyak 20 orang dari 59 pasien kejiwaan di Kecamatan Susoh yang merupakan binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini sudah mandiri dengan mampu menghasilkan berbagai kerajinan tangan yang bisa diperdagangkan untuk memulai hidup baru pasca gangguan jiwa.

Hasil kerajinan para mantan pasien jiwa itu dihadirkan dalam acara terapi modalitas/rehab pada pasien gangguan jiwa mandiri yang di Puskesmas Kecamatan Susoh Selasa (30/9) sekitar pukul 11:20 Wib. Berbagai kerajinan tangan itu berupa sapu lidi, sentong nasi, es cream,  serta berbagai macam karya lain yang bisa dijual untuk melangsungkan hidupnya.

"Alhamdulilah, berkat gigihnya mereka (pasien jiwa-red) mengikuti saran dari pihak tim dokter, sekarang sudah 20 orang di Kecamatan Susoh dinyatakan sembuh murni," ungkap NS, Herza Juliana, S,Kep yang menjadi pemateri dalam acara terapi modalitas/rehab pada pasien gangguan jiwa mandiri kemarin.

Herza menyebutkan, untuk Kecamatan Susoh, jumlah pasien jiwa yang dibina oleh Dinas Kesehatan Abdya yang bekerjasama dengan Pukesmas Susoh berjumlah 59 orang. Dari Jumlah tersebut 20 orang sudah mandiri bahkan sampai saat ini mereka sudah bisa membuat kerajinan tanggan.

"Hasilnya sebahagian sudah mereka jual untuk kebutuhan sehari-hari," terang Herza.

Dilanjutkan, untuk mencapai kesembuhan yang sempurna tentu diperlukan kerja sama yang baik dengan keluarga pasien dan pihak Puskesmas agar terus memperhatikan tentang asupan obat serta menjaga pasien agar tidak stres dengan hal-hal yang tidak perlu mereka ketahui.

"Kita sanggat mengharapkan kerja sama yang baik antara para keluarga pasien untuk terus memperhatikan pasien dalam segala bidang serta memberikan pelayanan yang baik kepada mereka," harapnya.

Sementara itu, Safrijal (30) salah seorang mantan pasien kejiwaan dalam acara tersebut menceritakan,  sebelum dinyatakan ganguan jiwa, dirinya pernah menikah, namun karna penyakitnya itu saya ditinggal pergi oleh istri. "Saya ingin membuktikan bahwa bisa lebih baik dan akan bekerja keras untuk hidup lebih baik," ujarnya.

Usai memperkenalkan sejumlah hasil kerajinan tangan yang dibuatnya, Safrizal berharap ada bantuan modal dari pemerintah untuk memgembangkan usahanya. "Saya berharap bupati mau membantu kami agar bisa berusaha seperti masyarakat lainnya," ucapnya.

Sedangkan Firdaus (53) warga Desa Barat Kecamatan Susoh kepada AJNN mengakatan, selama sembuh dirinya membuat sapulidi untuk bisa dijual."Sejak sembuh dari sakit selama 25 tahun lalu, saya sudah bisa berusaha sendiri,"ujarnya yang mengaku, ini adalah berkat kerja keras keluarga dan binaan Dinas Kesehatan.

Firdaus berharap, agar pemerintah bisa membantu dirinya pasca sembuh agar bisa hidup ditengah-tengah masyarakat.

RAHMAT

Komentar

Loading...