Unduh Aplikasi

Mantan Direktur RSUDCND Jadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

Mantan Direktur RSUDCND Jadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
Direktur Rumah Sakit Umun Daerah Cut Nyak Dhien, dokter Furqansyah. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Ramli MS, kembali melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat eselon II, III dan IV, Rabu (22/7) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat.

Selain mutasi, bupati juga mengukuhkan kembali pejabat lingkungan Sekretaris Daerah Kabupaten setempat, setelah dilakukan perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN adapun sejumlah pejabat yang dimutasi tersebut yakni Kepala Dinas Sosial, Bismi, menjadi staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, untuk sementara waktu jabatan Kadinsos dijalankan oleh Sekretaris Dinsos, Zakaria.

Sedangkan untuk Kepala Dinas Pendidikan sebelumnya dijabat oleh Ridwan Yahya, saat ini dijabat oleh Husaini, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Ridwan Yahya menjadi pelaksana di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Untuk Dinas Perdaganan dan Perindustrian, kini dijabat Zulyadi, yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKD).

Selain itu, Khairuman selaku Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dimutasi dengan jabatan baru sebagai staf ahli Bupati Sumber Daya Manusia dan Keistimewaan Aceh Barat.

Inspektur Inspektorat Aceh Barat, Nyak Na, mendapat promosi menjadi Kepala Bappeda sedangkan untuk Inspektur yang baru dijabat oleh Sirajulfata.

Untuk dr. Furqansyah, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh sebelumnya dimutasi Dokter Ahli Madya pada UPT Puskesmas Meureubo kini dipercaya sebagai staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Adapun sejumlah pejabat lainnya yang dimutasi yakni Jhon Aswir, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keistimewaan Aceh Barat kini menjadi pelaksana pada Dinas Syariat Islam.

Muhammad Yusuf sebelumnya menjabat sebagai staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, kini menjabat sebagai pelaksana pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, dan Said Mahjali sebelumnya sebagai staf ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan saat ini pelaksana pada Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat.

Kadis lainnya yang dimutasi yakni Dinas Pertanahan Kabupaten Aceh Barat, M. Husin, menjadi pelaksana pada Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam mutasi itu, Bupati ikut melakukan rotasi terhadap sejumlah camat, diantaranya Camat Johan Pahlawan sebelumnya dijabat oleh Sabirin kini di jabat oleh Said Azmi, Camat Meureubo sebelumnya dijabat oleh Murdani, kini dipercayakan kepada Sabirin dan Murdani, Pj Camat Samatiga, Sadriati sebelumnya menjabat sebagai camat Sungai Mas, kini dipercaya sebagai Camat Bubon.

Sedangkan Yulisman Yahya sebelumnya menjabat sebagai Camat Bubon dipercayakan sebagai Camat Woyla, Syarifuddin sebelumnya menjabat sebagai Camat Woyla kini dipercaya sebagai Camat Woyla Timur, dan War Johan, sebelumnya Pj Camat Woyla Timur kini menjabat sebagai Pj Camat Sungai Mas.

Sedangkan untuk pengukuhan kembali yakni Kabag Humas, Amril Nuthihar kini menjabat sebagai Kabag Humas Protokol, dan Komunikasi, Armaikandi, Kabag Perekonomian pada Setdakab Aceh Barat dikukuhkan kembali sebagai Kabag Pereknomian

Ruswaidi, Kabag Pemeritahan, kembali dikukuhkan sebagai Kabag Pemerintahan, Mawardi selaku Kabag Hukum kembali dikukuhkan sebagai Kabag Hukum, Mirsal selaku Asisten Pemerintahan kembali dikukuhkan dan kini berubah nama SOTK nya menjadi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Marhaban kembali dikukuhkan sebagai asisten pembangunan kini SOTK nya berubah menjadi Asisten Perekonomian, dan Pembangunan, Edy Wanda kembali dikukuhkan sebagai Administrasi yang kini SOTK nya menjadi Asisten Administrasi Umum.

Kepala Dinas Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Teuku Fadli saat dihubungi AJNN membenarkan atas mutasi tersebut.

Dikatakan Fadli, mutasi yang dilakukan sebagai bentuk penyegaran di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Kabupaten Aceh Barat serta hasil evaluasi kinerja yang dilakukan.

“Benar adanya mutasi dan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran serta hasil evaluasi yang dilakukan sehingga adanya rotasi,” sebutnya.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...