Unduh Aplikasi

Mantan Direktur PD Beusaree Aceh Barat Ditetapkan Tersangka

Mantan Direktur PD Beusaree Aceh Barat Ditetapkan Tersangka
Kapolres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Praksa, memperlihatkan barang bukti uang Rp 331 Juta yang berhasil diselamatkan dari kasus dugaan korupsi PD Pakat Beusare saat konferensi pers, Selasa (16/10).Foto:AJNN.NET/Darmasnsyah Muda

ACEH BARAT- Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menahan dan menetapkan dua mantan Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pakat Beusaree sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Keduannya diduga menggunakan modal usaha pada perusahaan daerah yang merupakan penyertaan modal usaha milik Pemerintah Daerah untuk memperkaya diri.

Kedua mantan direksi perusahaan daerah Aceh Barat tersebut yakni Direktur Perusahaan berinisial SS, (65), dan Direktur Administrasi Dan Keuangan Perusahaan berinisial, RA, (65). SS ditangkap di rumahnya di Gampong Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan dan RA di rumahnya di Gampong Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat Jumat, 12 Oktober 2018 kemarin.

Kapolres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan kasus yang menyeret keduanya berawal dari temuan kerugian negara sebesar Rp, 1,7 miliar oleh Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh dari penyertaan modal usaha 2,5 miliar rupiah pada PD Pakat Beusaree.

“Dari kerugian negara 1,74 miliar, polisi berhasil mengembalikan keuangan negara sebesar 331,5 juta rupiah dari pihak ketiga yang bekerjasama dengan PD Pakat Beusare,” kata Bobby, kepada wartawan, Selasa, (16/10).

Menurut Aria Prakasa pihak ketiga yang bekerjasama dengan PD Pakat Beusaree berada di Jakarta, dan bergerak dibidang bisnis perkapalan. Uang sebesar 331, 5 juta rupiah itu lanjut Aria dikembalikan perusahaan pihak ketiga setelah mengetahui dana milik PD Pakat Beusaree yang merupakan dana penyertaan modal.

"Kita terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu modal usaha perusahaan mengalir kemana saja. Jadi tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru,” ujarnya.

Aria menambahkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada perusahaan Pakat Beusaree berawal laporan yang diterima penyidik kepolisian dari masyarakat tahun 2017. Dalam pemeriksaan kata Aria, penyidik kepolisian akhirnya berhasil melakukan pengungkapan.

"Tersangka kita jerat pasal 2 ayat 1, pasal 3 ayat 1 Jouncto Pasal 8 Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana diubah atas Undang-Undang Nomor RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jouncto pasal 55 ayat 1 ke 1e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,"kata Aria.

Komentar

Loading...