Unduh Aplikasi

Manajemen Bank Aceh Harus Taat Hukum

Manajemen Bank Aceh Harus Taat Hukum
Berkas putusan PN Sabang dalam perkara melibatkan Bank Aceh. Foto: Wen Genali
BANDA ACEH – Pengacara senior Mukhlis Mukhtar menyayangkan sikap manajemen Bank Aceh. Menurut Muklis, dalam perkara Bank Aceh melawan Syarifah Nurhayati, manajemen harus tunduk kepada keputusan hukum.

“Orang secara pribadi saja ketika pengadilan memerintahkan, pasti dilaksanakan. Apalagi sebuah perusahaan,” kata Muklis kepada AJNN, Jumat (4/3). “Itu wajib dilaksanakan. Apa lagi putusan hukum tersebut telah in-kracht (berkekuatan hukum tetap).”

Kemarin, Pengadilan Negeri Sabang menyegel kantor operasional Bank Aceh cabang Sabang. Hal ini dilakukan karena manajemen bank enggan membayarkan uang milik Syarifah yang dicuri dari rekening deposito di bank plat merah itu.

Baca: Gelagat Inkar Bank Aceh Terlihat dari Awal

Pada 20 Agustus 2013, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang dipimpin Hakim Sumantri memutuskan untuk menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Sabang. PN Sabang menghukum manajemen Bank Aceh untuk mengembalikan uang Syarifah.

Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung menolak permohonan kuasa hukum Bank Aceh dan meminta manajemen membayarkan uang Syarifah sebesar Rp 3,03 miliar beserta bunga hampir sebesar Rp 600 juta. Hampir dua tahun kemudian, Bank Aceh tetap tak mengganti kerugian Syarifah.

Menurut Mukhlis penyitaan aset Bank Aceh adalah upaya paksa agar manajemen bank membayar kewajibannya. Jika tetap membandel, kata Mukhlis, pengadilan akan mengambil tindakan terhadap aset Bank Aceh.

Komentar

Loading...