Unduh Aplikasi

Manager Pelindo Meulaboh: Pemutusan Kerjasama Kewenangan Direksi

Manager Pelindo Meulaboh: Pemutusan Kerjasama Kewenangan Direksi
Kantor pembantu Pelindo di Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana melakukan pemutusan hubungan kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), terkait pengelolaan pelabuhan Jetty Meulaboh.

Manager Kawasan Pelindo Meulaboh, Ali Napia, mengaku pihaknya akan menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada Direksi PT Pelindo.

"Kalau itu saya tidak bisa jawab. Kami hanya pengawas saja, sedangkan itu kewenangan direksi," kata Ali Napia saat dihubungi AJNN, Jumat (24/1).

Dikatakan Ali, terkait dengan hutang piutang perusahaan kepada pihak Pemkab Aceh Barat, bukan pihaknya tidak mau melunasi, namun lantaran bentuk pengelolaan Bussiness to Bussiness (B to B), sehingga pihaknya tidak bisa membayar secara langsung kepada Pemkab.

Baca: Hutang Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Dibayar, Pemkab akan Putuskan Kerjasama dengan Pelindo

Ia menambahkan, terkait dengan pelunasan hutang tersebut, saat ini pihaknya sedang menunggu kelengkapan administrasi, diantaranya kuasa pengelolaan pelabuhan tersebut dari Pemkab kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kejelasannya bukan tidak ada, tapi pelimpahan kewenangan dari dinas ke BUMD atas pengelolaan pelabuhan belum selesai. Dan kami juga belum terima, nah itu permasalahannya," jelasnya.

Menurutnya, jika belum ada pelimpahan dari Pemkab kepada PD Pakat Beusaree, maka pihak PT Pelindo tidak bisa membayar hutang tersebut ke Pemkab, lantaran tidak ada dasar pembayaran.

Dalam kesempatan itu, ia ikut membantah adanya informasi biaya sandar yang mencapai piluluhan juta rupiah, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, Tarfin.

"Nggak ada sebanyak itu. Itu informasi dari mana. Biaya sandar kita itu untuk tongkang lima ratus ribu, tug boat lima ratus ribu. Jadi nggak ada puluhan juta begitu. Mungkin itu ada biaya diluar kami, seperti kesyahbandaran kami nggak tahu. Kami juga selalu lapor ke pemkab jumlah sandar kapal," ungkapnya.

Komentar

Loading...